Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDIP Buka Beasiswa Perbandingan Jokowi-SBY, Pendaftar Sudah 53 Orang

Jumlah mahasiswa yang telah mendaftar beasiswa perbandingan Jokowi - SBY mencapai 53 orang. Program beasiswa ini dibuka oleh PDI Perjuangan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  14:51 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). - ANTARA/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). - ANTARA/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut antusiasme mahasiswa yang mendaftar beasiswa kajian akademis perbandingan kepemimpinan Presiden Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup tinggi.

Hasto mencatat saat ini jumlah orang yang mendaftar mencapai 53 orang. Sebagian besar mengambil program S2 dan S3 dan berasal dari kalangan perguruan tinggi ternama.

Beberapa di antaranya adalah Universitas Indonesia, UGM, Universitas Airlangga, UIN Banda Aceh, hingga dari Oslo University, Manila University, dan Universiti Sains Malaysia.

“Kajian penelitian antara lain mencakup ilmu pemerintahan, politik, kebijakan publik, kepemimpinan, psikologi, manajemen, kelembagaan organisasi pemerintahan dan lain-lain,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (25/10/2021).

Hasto yang juga Peneliti Pemikiran Geopolitik Sukarno menjelaskan bahwa keseluruhan penelitian penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Ini bisa menjadi bagian pendidikan politik bangsa tentang proses menjadi pemimpin, kapasitas pemimpin, prestasi pemimpin, tanggung jawab, dan bagaimana legalitas seorang presiden diambil.

“Apakah kepemimpinan seorang presiden benar-benar untuk bangsa dan negara atau hanya untuk kepentingan popularitas semata,” jelasnya.

Hasto menuturkan bahwa berbagai kajian terkait kualitas pemilu selama kepemimpinan seorang presiden juga penting.

Dia mencontohkan mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada partai politik yang mencapai kenaikan perolehan suara 300 persen.

Menurutnya, penelitian ini menarik. Apakah hal tersebut sebagai hasil kerja organisasi atau campur tangan kekuasaan.

“Bagi PDI Perjuangan upaya peningkatan kualitas pemilu menjadi tema kajian akademis yang sangat menarik karena obyektif dan bisa metodologinya bisa dipertanggungjawabkan secara akademis,” ucapnya.

Secara tidak langsung, Hasto menyindir era kepemimpinan SBY. Saat itu Partai Demokrat yang juga diketuai oleh SBY mendapat suara yang cukup signifikan pada periode kedua pemerintahannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sby pdip
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top