Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kritik Pernyataan Menag Yaqut, Ketua MUI: Kemenag Milik Semua Agama

Ketua MUI Cholil Nafis mengatakan meskipun NU banyak bersentuhan dengan urusan Kemenag, tak berarti harus dikuasai oleh NU.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  08:32 WIB
Kritik Pernyataan Menag Yaqut, Ketua MUI: Kemenag Milik Semua Agama
Menetri Agama Yaqut Cholil Qoumas. - www.kemenag.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis mengomentari pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait Kementerian Agama adalah hadiah dari negara untuk Nahdlatul Ulama (NU).

“Indonesia hadiah dari Allah untuk bangsa, dan Kementerian agama itu mengurusi semua agama bahkan kepercayaan. Bukan hadiah buat NU saja,” kata Cholil melalui akun Twitternya, Minggu (24/10/2021).

Cholil mengatakan tokoh-tokoh NU memang memiliki jasa yang besar, tetapi itu untuk negara, bukan kelompoknya.

“Begitu saat Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad untuk semua golongan,” jelasnya.

Meskipun NU banyak bersentuhan dengan urusan Kemenag, tambah Cholil, tak berarti harus dikuasai oleh NU.

“NU itu jam’iyah sedari dulu untuk semua golongan. Jika masing-masing golongan mengkaveling kementerian dan lembaga negara, maka semangat NKRI dan kebhinekaan akan sirna,” ujarnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut menuai kontroversi dengan menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk NU. Dia mengklaim NU berhak atas posisi di Kemenag karena jasa dalam penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta.

“Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU,” katanya disiarkan kanal YouTube TVNU, Rabu (20/10/2021).

Sementara itu, PBNU membantah pendapat Yaqut. Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan Kemenag bukan hanya milik NU.

Semua pihak bisa memimpin Kemenag asal bertujuan untuk melahirkan kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh umat, bukan seperti yang diucapkan Yaqut tentang Kemenag adalah hadiah negara untuk NU.

“Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag menag nahdlatul ulama Yaqut Cholil Qoumas
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top