Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IDI Akui Layanan Telemedis Memegang Peran Krusial di Tengah Pandemi

Ketum IDI Daeng M Faqih menilai beban tugas dokter terasa lebih ringan karena kehadiran layanan telemedis.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  18:50 WIB
IDI Akui Layanan Telemedis Memegang Peran Krusial di Tengah Pandemi
Ilustrasi virus corona - Antara/Shutterstock
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan dokter indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengakui peran krusial layanan-layanan Telemedis di Indonesia dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Tanpa adanya peran perusahaan-perusahaan telemedis tersebut, Daeng meyakini dokter-dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia akan jauh lebih kewalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Layanan telemedis memberikan manfaat besar, bukan hanya bagi pasien tetapi juga dokter. Saat banyak pasien menjalani isolasi mandiri, telemedis berkontribusi menekan angka kematian karena adanya pendampingan [secara daring] selama perawatan," tutur Daeng dalam webinar yang berlangsung Jumat (22/10/2021).

Kontribusi tersebut, masih menurut Daeng, juga turut menggugah kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mengakses layanan kesehatan.

Seiring peningkatan kesadaran tersebut, dia pun berharap pemerintah juga semakin peka untuk mempercepat pengaturan mekanisme digitalisasi pelayanan kesehatan. Salah satunya terkait penitngnya peningkatan implementasi rekam medis elektronik.

"Dalam aturan penyelenggaraan praktik, rekam medis ini sebenarnya diolehkan, tetapi masih belum ada aturan lebih lanjut [mendalam]," imbuhnya.

Seperti kata Daeng, sejauh ini pandemi memang mulai relatif terkendali. Meskipun, dia juga mengingatkan bahwa kewaspadaan dan penerapan protokol kesehatan tetap harus dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Terhitung hingga Kamis (21/10), Indonesia telah mengalami kasus Covid-19 kumulatif 4.237.834 kasus. Namun, tak kurang dari 4.079.120 kasus di antaranya telah berstatus kasus sembuh.

Di sisi lain, korban meninggal telah mencapai 143.120 jiwa dan masih terdapat 15.594 kasus Covid-19 aktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikatan dokter indonesia Virus Corona Telemedis
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top