Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kasus Covid-19 Melonjak, Uni Eropa Timur Bakal Lockdown

Negara Baltik yang memiliki populasi hingga 1,9 juta orang ini akan menutup bar dan pertokoan. Latvia juga akan menerapkan pembatasan dan melanjutkan sekolah jarak jauh. Sementara negara lainnya juga tidak akan berbeda jauh.
Petugas penegak hukum di Moskwa, Rusia, pada 30 Maret 2020 mengenakan masker pelindung berjaga di jalan, setelah pemerintah kota mengumumkan lockdown sebagian dan memerintahkan penduduk tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19./Antara/Reuters
Petugas penegak hukum di Moskwa, Rusia, pada 30 Maret 2020 mengenakan masker pelindung berjaga di jalan, setelah pemerintah kota mengumumkan lockdown sebagian dan memerintahkan penduduk tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19./Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Virus corona kembali menyebar di bagian timur Uni Eropa, ditambah dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Hal ini diduga akan meningkatkan potensi lockdown.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (21/10/2021), Latvia menjadi anggota Uni Eropa yang mencatatkan kenaikan kasus tinggi yang diperkirakan akan membuat rumah sakit kewalahan.

Negara Baltik yang memiliki populasi hingga 1,9 juta orang ini akan menutup bar dan pertokoan. Latvia juga akan menerapkan pembatasan dan melanjutkan sekolah jarak jauh. Sementara negara lainnya juga tidak akan berbeda jauh.

Negara tetangga Estonia ini mungkin akan menyusul jika situasi di sana menjadi jauh lebih buruk. Rumania yang tingkat vaksinasinya masih di bawah sepertiga dari total populasi sebesar 19 juta, telah meminta bantuan WHO setelah mencatatkan kasus baru dan kematian tinggi.

Sementara itu, pejabat Uni Eropa mengklaim bloknya telah melakukan vaksinasi secara merata dari timur hingga barat. Padahal, negara eks komunis itu telah gagal mengedukasi masyarakatnya tentang manfaat vaksin seiring lonjakan kasus kematian menjelang musim dingin.

"Dalam 4 pekan, kami semua akan masuk ke rezim yang lebih ketat. Namun, pada 15 November, kami akan kembali ke situasi yang sudah relatif terbatas untuk yang tidak divaksinasi," kata Perdana Menteri Latvia Krisjanis Karins.

Otoritas kesehatan Latvia telah memperingatkan tingkat kritis 1.500 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pada awal pekan ini. Meskipun beberapa pembatasan sudah diterapkan mulai awal bulan ini, kepercayaan terhadap pemerintah melemah.

Sementara itu, situasi semakin parah di Romania yang disebut-sebut sudah hampir seperti Italia pada awal pandemi. Hal itu diperparah dengan kondisi politik yang mempersulit upaya mencari dan menerapkan solusi.

Presiden Romania Klaus Iohannis telah mengumumkan bahwa sekolah-sekolah akan tutup selama 2 pekan mulai Senin. Selain itu jam malam juga berlakuka bagi orang-orang yang belum divaksinasi. Adapun masker menjadi mandatori.

"Kami melihat gelombang baru pandemi sedang tinggi-tingginya. Inilag bencana yang nyata," kata Iohannis.

Adapun di seberang perbatasan Bulgaria, negara yang baru memvaksinasi seperlima populasinya, membatasi orang-orang yang mengunjungi restoran, toko, dan galeri. Beberapa sekolah juga akan ditutup.

Adapun otoritas di Polandia telah menemukan peningkatan kasus dan kemungkinan akan memutuskan langkah drastis pada akhir pekan ini jika situasi memburuk.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pembatasan paling luas sejak Mei ketika infeksi baru Covid-19 dan kematian mencapai rekor tertinggi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper