Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kunker ke AS, Menlu Retno Bertemu Petinggi Perusahaan Vaksin

Menlu Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles dan Houston untuk bertemu dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin dan teknologi vaksin multi platform.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 September 2021  |  10:21 WIB
Menlu Retno Marsudi - Kemlu
Menlu Retno Marsudi - Kemlu

 

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan dirinya tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Dia menjelaskan, pada hari ini, Jumat (17/9/2021) dirinya tengah berada di Amerika Serikat untuk melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles dan Houston dalam rangka bertemu dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin dan teknologi vaksin multi platform.

“Kunjungan ini adalah kunjungan lanjut saya pada Agustus 2021 ke Washington DC di mana Amerika Serikat dan Indonesia siap bekerja sama untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” katanya lewat siaran resmi, Jumat (17/9/2021)

Lebih lanjut, dia menjelaskan berbagai penjajakan tersebut juga bertujuan untuk membangun kemandirian industri kesehatan Indonesia.

Dia menjelaskan, dalam situasi saat ini sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi Covid-19, di mana pasokan vaksin global masih langka saat kesenjangan akses vaksin masih lebar.

“Beberapa hari lalu Covax telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman 2 miliar dosis vaksin hingga akhir tahun. Bahkan, Covax telah menetapkan tenggat waktu (deadline) baru untuk target ini pada kuartal I/2022,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia melanjutkan arti penting dari mekanisme skema berbagi vaksin (dose-sharing) vaksin yang tengah dilakukan berbagai Negara. Adapun, terdapat tiga langkah yang diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin.

Pertama, pertukaran antrian dosis negara dengan tingkat vaksinasi nasi dengan rendah termasuk melalui Covax Facilities. Kedua, mempercepat realisasi skema berbagi dosis (dose-sharing). Kemudian, ketiga, transfer teknologi dan knowhow untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain.

“Seluruh yang saya sampaikan tadi menggarisbawahi pentingnya ketibaan vaksin dose-sharing yang hari ini dari pemerintah datang dari Pemerintah Amerika Serikat dan Perancis,” katanya.

Dia melanjutkan, skema dose-sharing dari Amerika Serikat dan Perancis selain mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia dengan kedua negara tersebut juga merupakan wujud komintmen semua negara untuk terus berkolaborasi menghadapi pandemi Covid-19

Sejak kemarin dan hari ini, Indonesia telah menerima dukungan dose-sharing vaksin Pfizer dari pemerintah Amerika Serikat yaitu 2.632.500 dosis melalui jalur Covax Facilities yang masing-masing dikirim melalui dua tahap yaitu pada 16 September 2021 sejumlah 877.500 dosis dan 17 September 2021 sebanyak 1.755.000 dosis.

Pengiriman ini merupakan bagian dari 4.644.900 dosis tambahan melalui mekanisme atau skema dose-sharing pemerintah Amerika Serikat.

Menurut rencana tahap ketiga sebesar 1.140.750 akan tiba 19 September 2021 dan tahap keempat sebesar 871.650 dosis tiba pada 23 September 2021

“Nah, kalau kita tambahkan semuanya dengan dukungan sebelumnya dari Amerika Serikat berupa vaksin Moderna yang sudah tiba di Indonesia sebesar 8.160.000 dosis, maka dukungan dose-sharing pemerintah Amerika Serikat yang berarti Moderna dan Pfizer seluruhnya berjumlah 12.645.060 dosis,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin retno marsudi Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top