Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Dukung Pembangunan Bandar Antariksa di NTT

Saat ini sedang tumbuh tren pasar satelit, baik yang berukuran nano maupun mikro.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 16 September 2021  |  05:10 WIB
Laksana Tri Handoko dilantik menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 April 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
Laksana Tri Handoko dilantik menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 April 2021 / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menegaskan bahwa pihaknya mendorong penuh pembangunan Bandar Antariksa di Biak dan Observatorium Gunung Timau di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami, Komisi VII DPR RI mendorong Indonesia bagian timur untuk memiliki pusat sains yang besar, khususnya keantariksaan yang maju. Seperti Bandar antariksa atau pusat roket Indonesia yang rencananya akan dibangun di Biak,” ujarnya, Rabu (15/9/2021)

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga mendukung dibangunnya observatorium Gunung Timau di Kupang, NTT.

Dia berharap observatorium itu akan menjadi Taman Nasional Langit Gelap Pertama di Indonesia, sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, di mana di tempat itu juga akan dipajang teleskop terbesar di Asia Tenggara.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menjelaskan tujuan dari pembangunan bandar antariksa di Indonesia adalah mengingat Indonesia merupakan negara besar yang secara geografis termasuk negara kepulauan, sehingga membutuhkan media komunikasi berbasis satelit.

Dia menilai dibutuhkan teknologi keantariksaan untuk membangun hal tersebut. Di samping itu, saat ini sedang tumbuh tren pasar satelit, baik yang berukuran nano maupun mikro dengan berbagai kebutuhan termasuk untuk remote sencing, pemetaan dan sebagainya.

“Wilayah Indonesia yang berada dekat garis khatulistiwa menjadi unggulan tersendiri sebagai lokasi strategis untuk peluncuran satelit, karena memiliki gravitasi yang rendah,” katanya.

Secara regulasi, sesuai dengan amanat UU No. 21/2013 tentang Keantariksaan bahwa kegiatan peluncuran satelit dari Indonesia, dan sesuai Perpres No. 49/2017 tentang Rencana Keantariksaan, mengamankan persiapan bandar antariksa skala kecil,” lanjutnya.

Pembangunan observatorium Gunung Timau, Kupang, NTT dijadwalkan akan rampung pada tahun ini. Pemilihan wilayah Gunung Timau menjadi lokasi pembangunan observatorium karena lokasi termasuk area bebas polusi cahaya dan udara.

“Dengan keberadaan Observatorium Nasional di Kupang, diharapkan wilayah itu menjadi tempat wisata langit yang tentunya akan meningkatkan ekonomi di daerah sekitar."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top