Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di Filipina Melonjak, Duterte Perluas Pembatasan Covid-19

Meskipun beberapa bisnis dapat beroperasi hingga 50 persen dari kapasitasnya, layanan perawatan pribadi dan kegiatan keagamaan masih dilarang di wilayah ibu kota.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 28 Agustus 2021  |  17:49 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat memegang sebotol vaksin virus corona (COVID-19) Sinovac, vaksin COVID-19 pertama yang tiba di negara itu, di Pangkalan Udara Villamor, Kota Pasay, Metro Manila, Filipina, Minggu (28/2/2021)./Antara - Reuters/Eloisa Lopez
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat memegang sebotol vaksin virus corona (COVID-19) Sinovac, vaksin COVID-19 pertama yang tiba di negara itu, di Pangkalan Udara Villamor, Kota Pasay, Metro Manila, Filipina, Minggu (28/2/2021)./Antara - Reuters/Eloisa Lopez

Bisnis.com, JAKARTA - Filipina secara resmi memperpanjang pembatasan di wilayah ibu kota dan beberapa provinsi setelah mencatatkan lonjakan kasus virus Corona harian. Keputusan Presiden Filipina Rodrigo Duterte  itu disampaikan langsung juru bicaranya, Sabtu (28/8/2021).

Dilansir Channel News Asia, Filipina sedang berjuang melawan lonjakan baru kasus Covid-19 yang dipicu oleh transmisi varian Delta yang lebih menular.

"Kami memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang," kata wakil menteri kesehatan Maria Rosario Vergeire dalam briefing publik.

Kementerian kesehatan mencatat 19.441 kasus virus corona baru pada hari Sabtu atau menjadi rekor tertinggi untuk ketiga kalinya dalam sembilan hari terakhir. Total kasus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi lebih dari 1,93 juta, sedangkan kematian telah mencapai 33.008 kasus.

Kasus aktif Covid-19 di negara ini mencapai 142.679 kasus, berada pada level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Rumah sakit dilaporkan dipenuhi pasien di sejumlah area yang parah terpapar virus Corona.

"Meningkatkan cakupan vaksinasi, memperpendek durasi deteksi hingga isolasi, dan kepatuhan orang terhadap standar layanan kesehatan masyarakat akan sangat membantu kami menghentikan penularan di masyarakat," kata Vergeire.

Oleh karena itu, pemerintah Filipina memperpanjang pembatasan karantina tingkat tertinggi kedua di wilayah ibu kota hingga 7 September 2021.

Meskipun beberapa bisnis dapat beroperasi hingga 50 persen dari kapasitasnya, layanan perawatan pribadi dan kegiatan keagamaan masih dilarang di wilayah ibu kota, kata juru bicara kepresidenan Harry Roque dalam sebuah pernyataan.

Wilayah ibu kota Manila, kawasan perkotaan dari 16 kota yang menampung lebih dari 13 juta orang, merupakan pusat virus corona negara itu dengan menyumbang sepertiga dari 1,91 juta infeksi yang terkonfirmasi dan seperempat dari 32.841 total kematian.

Sembilan provinsi dan enam kota menghadapi lonjakan kasus dan pemanfaatan layanan kesehatan yang tinggi juga ditempatkan di bawah pembatasan terketat kedua.

Pemerintah menggantungkan harapannya untuk pemulihan ekonomi pada program vaksinasi yang dimulai pada bulan Maret 2021. Filipina sejauh ini telah mengamankan total 194,89 juta dosis vaksin Covid-19, cukup untuk menginokulasi sekitar 100,5 juta orang Filipina atau lebih dari 100 persen populasi orang dewasa negara itu, kata kementerian keuangan Filipina.

Hampir 49 juta dosis telah dikirimkan, sedangkan 42 juta lainnya akan tiba dalam sebulan lagi, kata sekretaris keuangan Carlos Dominguez. Dia menambahkan bahwa pemerintah dapat memvaksinasi semua warganya hingga Januari 2022.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Virus Corona Covid-19

Sumber : Channel News Asia

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top