Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Politik Malaysia Memanas, 31 Anggota UMNO Dukung PM Muhyiddin Yassin

PM Malaysia Muhyiddin yakin bahwa dia memimpin mayoritas parlemen, sedangkan mosi tidak percaya akan diajukan bulan depan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  16:42 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat untuk upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). Muhyiddin diangkat sebagai perdana menteri pada 29 Februari oleh raja negara itu untuk mengakhiri pergolakan enam hari perebutan kekuasaan setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada hari Senin karena pertengkaran dalam koalisinya yang dulu. Bloomberg - Samsul Said
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat untuk upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). Muhyiddin diangkat sebagai perdana menteri pada 29 Februari oleh raja negara itu untuk mengakhiri pergolakan enam hari perebutan kekuasaan setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada hari Senin karena pertengkaran dalam koalisinya yang dulu. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga puluh satu anggota parlemen dari unsur partai Barisan Nasional (BN) mengatakan akan mendukung pemerintah Perikatan Nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sampai legitimasinya terbukti di parlemen.

Dipimpin oleh wakil presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang juga Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, para anggota parlemen mengatakan tidak bertanggung jawab untuk menarik dukungan mereka dan menyebabkan pemerintah runtuh.

“Sikap kami adalah, para anggota parlemen mengucapkan terima kasih dan menjunjung tinggi keputusan raja bahwa pemerintah melanjutkan pemerintahannya dan akan menentukan legitimasinya di parlemen,” kata Ismail Sabri dalam konferensi pers seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (6/8/2021).

Dia mengatakan bahwa raja Yang Dipertuan Agung juga setuju bahwa mosi tidak percaya diajukan di parlemen untuk memutuskan apakah akan mendukung pemerintah atau tidak.

Turut hadir pada konferensi pers di Balai Kota Kuala Lumpur itu sekitar 20 anggota parlemen BN, termasuk presiden Asosiasi Tionghoa Malaysia Wee Ka Siong dan Wakil presiden Kongres India Malaysia M Saravanan. Ismail Sabri mengatakan ada 10 orang lagi yang tidak dapat menghadiri konferensi pers itu.

PM Malaysia Muhyiddin yakin bahwa dia memimpin mayoritas parlemen, sedangkan mosi tidak percaya akan diajukan bulan depan.

Adapun, Konferensi pers itu dilakukan setelah presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi mengklaim bahwa dia telah mengumpulkan cukup banyak pernyataan resmi (SD) dari anggota parlemen partai yang menarik dukungan mereka dari Muhyiddin pada Selasa (3/8). Dengan demikian, Muhyiddin telah kehilangan mayoritas dukungannya.

Sehari kemudian, Muhyiddin bersikeras dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa dia masih memimpin mayoritas parlemen. Dia berjanji untuk memberikan legitimasinya sebagai perdana menteri melalui sebuah mosi dalam pertemuan parlemen September.

Kubu oposisi dan Ahmad Zahid sejak itu meragukan klaim mayoritas Muhyiddin dan mendesak dia dan kabinetnya untuk mengundurkan diri.

Dalam konferensi pers itu Ismail Sabri menambahkan bahwa Raja Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah tidak akan menerima SD atau surat dukungan lagi.

“Jadi meskipun presiden UMNO mengatakan dia akan mengirim lebih banyak surat kepada raja, saya merasa ini bertentangan dengan keputusan Yang Mulia,” kata Ismail Sabri.

Dia menambahkan bahwa pengiriman SD yang dapat menjatuhkan pemerintah sebelum parlemen Malaysia duduk September ini akan bertentangan dengan keputusan raja.

Dia menambahkan bahwa fokus anggota parlemen adalah membantu pemerintah menyelesaikan masalah saat ini seperti pandemi Covid-19.

“Sebagai anggota parlemen yang bertanggung jawab, kami merasa bahwa kami tidak bertanggung jawab kepada rakyat jika kami meninggalkan pemerintahan ini dengan tergesa-gesa, seperti yang diperintahkan oleh partai,” kata Ismail Sabri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Muhyiddin Yassin
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top