Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AS Sepakat Akhiri Misi Tempur di Irak Akhir Tahun Ini

Pada tahun 2003, koalisi pimpinan AS menginvasi Irak berdasarkan tuduhan bahwa Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  06:21 WIB
AS Sepakat Akhiri Misi Tempur di Irak Akhir Tahun Ini
Presiden AS Joe Biden. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @joebiden

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS)  Joe Biden akan mengakhiri misi tempur militer AS di Irak pada akhir tahun ini setelah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi.

Pada pertemuan dengan pemimpin Irak kemarin, Biden mengatakan, bahwa kerja sama kontra-terorisme AS akan berlanjut dan peran negaranya di Irak akan berurusan dengan pelatihan dan upaya  menghadapi dengan ISIS.

Dia mengatakan, pemerintahannya berkomitmen untuk memperkuat kemitraannya dengan Irak dan AS akan mengirimkan vaksin Covid-19 ke negara itu "dengan cepat".

"Peran kami di Irak adalah untuk terus melatih, membantu, dan menangani ISIS saat muncul. Akan tetapi kami tidak akan hadir lagi di zona pertempuran pada akhir tahun ini," kata Biden kepada wartawan seperti dikutip SkyNews.com, Selasa (27/7/2021).

Kesepakatan itu dicapai setelah lebih dari 18 tahun  pasukan AS dikirim ke negara itu, kemudian Biden berjanji akanmengakhiri keberadaan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan pada akhir Agustus mendatang.

Biden dan Kadhimi bertemu di Ruang Oval untuk pertemuan langsung mereka sebagai bagian dari dialog strategis antara AS dan Irak.

Saat ini, ada 2.500 tentara AS di Irak yang fokus melawan sisa-sisa ISIS.

Pada tahun 2003, koalisi pimpinan AS menginvasi Irak berdasarkan tuduhan bahwa Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Saddam digulingkan dari kekuasaan, akan tetapi senjata tidak pernah ditemukan hingga kini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat irak Joe Biden
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top