Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih dari Separuh Rakyat Brasil Minta Presiden Bolsonaro Dilengserkan

Bolsonaro, mantan penerjun payung dan pengagum Donald Trump yang menjabat pada Januari 2019 itu, menggunakan media sosial untuk menggambarkan dirinya sebagai tokoh anti-kemapanan pemberantasan korupsi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  10:33 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro menghadiri upacara penghibaran bendera di luar Istana Alvodara di Brasilia, Brasil. (18/7/2020). Bloomberg - Andre Borges
Presiden Brasil Jair Bolsonaro menghadiri upacara penghibaran bendera di luar Istana Alvodara di Brasilia, Brasil. (18/7/2020). Bloomberg - Andre Borges

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu surat kabar konservatif terkemuka Brasil menuntut pencopotan presiden Jair Bolsonaro karena kemarahan publik atas tanggapannya terhadap Virus Corona dan korupsi yang menyeret pularitas  tokoh sayap kanan itu ke level terendah dalam sejarah.

“Jair Bolsonaro tidak lagi dalam posisi untuk tetap di kursi kepresidenan,” menurut tulisan O Estado de São Paulo kemarin, setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya mayoritas warga mendukung pemakzulan dan menganggap pemimpin mereka tidak mampu memerintah.

Bolsonaro, mantan penerjun payung dan pengagum Donald Trump yang menjabat pada Januari 2019 itu, menggunakan media sosial untuk menggambarkan dirinya sebagai tokoh anti-kemapanan pemberantasan korupsi.

Para kritikus telah lama mempertanyakan citra itu dan  menunjuk pada tuduhan tak henti-hentinya tentang korupsi dan hubungan mafia yang telah mengganggu keluarga Bolsonaro.

Kemarahan tampaknya telah menyebar ke seluruh pemilih Brasil dalam beberapa pekan terakhir akibat sebagian skandal korupsi vaksin Covid dan wabah Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 530.000 orang.

“Ini adalah momen terburuk Jair Bolsonaro. Dia melemah dan gagasan yang dimiliki orang-orang tentang dia buyar," kata Eliane Cantanhêde, kolumnis politik untuk O Estado de S Paulo seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (12/7/2021).

Dia mengatakan, penyelidikan kongres telah mengungkap bahwa respons atas pandemi "konyol dan tidak masuk akal" oleh presiden.

Surat kabar besar lainnya, Folha de São Paulo, menulis bahwa Bolsonaro, yang telah menghadapi gelombang protes baru-baru ini, menderita “kehancuran citra skala penuh”.

Divisi polling surat kabar, Datafolha menyatakan 54 persen orang Brasil berpikir dia harus dimakzulkan, naik dari 49 persen pada Mei, dan 63 persen percaya dia tidak mampu memerintah atau naik dari 58 persen.

Sebagian besar pemilih menganggap presiden mereka “tidak jujur, tidak tulus, tidak kompeten, tidak siap, bimbang, otoriter, dan melemah”, menurut Folha.

Mungkin yang paling mengkhawatirkan bagi Bolsonaro adalah temuan bahwa 59 persen pemilih tidak akan mendukungnya dalam keadaan apa pun dalam pemilihan tahun depan padahal dia berharap untuk mengamankan masa jabatan empat tahun kedua.

Jajak pendapat Datafolha menunjukkan mantan presiden sayap kiri Luiz Inácio Lula da Silva akan mengalahkan Bolsonaro dalam Pemilu 2022, dengan selisih 20 poin di antara keduanya.

“Rakyat Brasil yang akan membebaskan diri dari Bolsonaro,” kata Lula kepada TheGuardian baru-baru ini setelah mendapatkan kembali hak politiknya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi brasil Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top