Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasukan Israel Bongkar 8 Bangunan di Hebron

Israel menolak izin perencanaan bagi warga Palestina untuk membangun di atas tanah mereka sendiri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juni 2021  |  10:20 WIB
Sebuah mesin Israel menghancurkan sebuah bangunan Palestina di dekat Yatta di Tepi Barat yang diduduki oleh Israel. - Antara/Reuters
Sebuah mesin Israel menghancurkan sebuah bangunan Palestina di dekat Yatta di Tepi Barat yang diduduki oleh Israel. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pasukan Israel mengirimkan perintah pembongkaran terhadap delapan bangunan Palestina di Desa Jawaya, timur Kota Yatta di distrik Hebron selatan, menurut sumber lokal.

Koordinator Komite Anti-Tembok dan Permukiman Populer di Hebron Selatan, Rateb Jbour mengatakan, bahwa pasukan Israel menerobos masuk ke desa dan memerintahkan enam penduduk desa untuk menghancurkan properti mereka.

Di antara properti yang akan dibongkar adalah tiga rumah, termasuk rumah dua lantai, ruang pertanian, gudang, serta empat sumur penampung air hujan.

Para prajurit juga mengirimkan perintah pembongkaran terhadap lima rumah Palestina, termasuk beberapa yang dibangun menggunakan batu bata dan lembaran timah, di sebelah timur kota Yatta.

Perintah pembongkaran tersebut akan menggusur tiga keluarga yang terdiri dari sekitar 40 anggota.

Israel menghancurkan rumah dan bangunan Palestina hampir setiap hari sebagai sarana untuk mencapai “kontrol demografis” atas wilayah pendudukan, sebuah praktik yang digambarkan oleh warga Palestina dan aktivis hak asasi manusia sebagai bentuk pembersihan etnis.

Israel menolak izin perencanaan bagi warga Palestina untuk membangun di atas tanah mereka sendiri atau untuk memperluas rumah yang ada untuk mengakomodasi pertumbuhan alami, khususnya di Yerusalem dan Area C, yang merupakan 60 persen dari Tepi Barat yang diduduki dan berada di bawah kekuasaan penuh militer Israel.

Penolakan izin perencanaan itu memaksa warga Palestina untuk membangun tanpa memperoleh izin yang jarang diberikan untuk menyediakan tempat tinggal bagi keluarga mereka.

Sebaliknya, Israel berpendapat bahwa pembangunan di dalam pemukiman kolonial yang ada diperlukan untuk mengakomodasi “pertumbuhan alami” pemukim Yahudi.

Oleh karena itu, lebih mudah memberikan izin bangunan ke lebih dari 700.000 pemukim Yahudi Israel di Hebron dan memberi mereka jalan, listrik, air dan sistem pembuangan limbah yang tetap tidak dapat diakses oleh orang Palestina.

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel Yerusalem

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top