Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Putin Tolak Tuduhan Sembunyikan Penjahat Siber

Kedua pemimpin sangat berhati-hati dan berupaya bersikap positif setelah lebih dari tiga jam pembicaraan, termasuk pembicaraan dua jam antara menteri luar negeri Rusia dan menteri luar negeri AS.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Juni 2021  |  07:23 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan mahasiswa melalui panggilan konferensi video di kediaman negara di Zavidovo, Rusia 25 Januari 2021. - Antara/Reuters\r\n
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan mahasiswa melalui panggilan konferensi video di kediaman negara di Zavidovo, Rusia 25 Januari 2021. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha mendinginkan ketegangan hubungan kedua negara pada pertemuan puncak (KTT) pertama mereka di Jenewa kemarin waktu setempat.

Biden mengatakan, bahwa Putin tidak menginginkan Perang Dingin yang baru ketika membahas hubungan kedua negara memanas akhir-akhir ini.

Kedua pemimpin sangat berhati-hati dan berupaya bersikap positif setelah lebih dari tiga jam pembicaraan, termasuk pembicaraan dua jam antara menteri luar negeri Rusia dan menteri luar negeri AS.

"Pembicaraan itu benar-benar konstruktif," kata Putin kepada wartawan seperti dikutip ChannnelNewsAsia.com, Kamis (17/6/2o21).

Dia menambahkan, bahwa mereka telah menyetujui duta besar masing-masing negara untuk melanjutkan jabatan sebagai isyarat pemulihan diplomatik.

Biden menyebut, bahwa KTT yang dilakukan di sebuah vila elegan di tepi Danau Jenewa tersebut dengan kata "bagus".

Presiden AS, yang mengakhiri tur diplomatik melelahkan di Eropa, mengatakan, bahwa dia dan Putin mengeksplorasi kerja sama di bidang-bidang yang tumpang tindih, termasuk soal Arktik, Iran dan Suriah.

Biden mengatakan pada konferensi pers bahwa dua kekuatan nuklir terbesar "berbagi tanggung jawab unik" di panggung dunia.

Namun, Biden dengan tegas memperingatkan Kremlin terhadap segala serangan siber pada 16 area infrastruktur penting AS yang didefinisikan dengan jelas.

Setiap pelanggaran Rusia atas area-area terlarang itu akan mendapat balasan yang setimpal dari AS. Akan tetapi, Biden tidak memerinci bidang-bidang yang sensitif atas kejahatan siber tersebut.

Washington menuduh Moskow, setidaknya, menyembunyikan geng-geng penjahat siber dan juga melakukan serangan siber SolarWinds terhadap entitas-entitas AS.

Intelijen AS juga mengklaim bahwa badan-badan Rusia melakukan kampanye trik kotor untuk mencoba dan mengganggu dua pemilihan presiden terakhir.

Namun,Putin kemudian mengeluarkan penolakan pedas atas kritik atas catatan hak asasi manusia. Dia juga menolak tuduhan menyembunyikan penjahat dunia maya.

Dia malah mengklaim bahwa "serangan siber terbesar di dunia dilakukan dari AS".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat vladimir putin Joe Biden
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top