Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tuntaskan 16 Kasus Korupsi Mangkrak, Kejagung Tambah Penyidik

Radja masih merahasiakan jumlah dan kapan pihaknya akan menambah jumlah personel jaksa penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  09:20 WIB
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Ali Mukartono bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Ali Mukartono bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Radja Nafrizal bakal menambah jumlah personel jaksa penyidik untuk menuntaskan 16 perkara korupsi yang mangkrak di Kejaksaan Agung.

Radja memastikan pihaknya akan mendukung penuh program zero tunggakan yang dibuat oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Maka, untuk menuntaskan 16 perkara korupsi yang kini mangkrak dibutuhkan lebih banyak personel penyidik.

"Nanti kita akan tambah lagi jumlah Jaksanya ya," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (8/6/2021).

Kendati demikian, Radja masih merahasiakan jumlah dan kapan pihaknya akan menambah jumlah personel jaksa penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

"Nantilah, ditunggu saja untuk kepastian jumlah jaksanya," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung sudah melakukan ekspose (gelar) perkara untuk menentukan nasib 16 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang kini mangkrak.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Ali Mukartono mengatakan, bahwa ekspose perkara tersebut dilakukan dalam rangka mengejar target zero tunggakan dan percepatan penuntasan kasus korupsi di Kejagung.

"Kami masih membahas supaya tunggakan kasus tidak jadi tunggakan lagi. Tunggakan perkara ini peninggalan JAMPidsus yang lama. Jadi masih lumayan banyak. Saya tidak suka ada tunggakan, intinya itu," kata Ali kepada Bisnis, Jumat (23/4/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi Kejaksaan Agung
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top