Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analis Politik Prediksi 3 Poros Potensial Jelang Pilpres 2024

Adapun, nama-nama yang berseliweran dalam 3 poros tersebut adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, AHY hingga Sandiaga Uni dan Ridwan Kamil.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  12:18 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan kanan) didampingi Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kanan) dan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti (kanan) tiba untuk menyampaikan pidato pengantar RUU APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangannya pada masa persidangan I DPR tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).  ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan kanan) didampingi Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kanan) dan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti (kanan) tiba untuk menyampaikan pidato pengantar RUU APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangannya pada masa persidangan I DPR tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA — Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago memperkirakan bakal ada tiga poros koalisi potensial pada pemilihan presiden atau Pilpres 2024 mendatang.

Poros pertama diisi oleh koalisi PDIP-Gerinda-PKB dengan simulasi mengusung pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Puan Maharani. Poros kedua diisi oleh koalisi Partai NasDem-PKS-Demokrat dengan simulasi pasangan Capres-Cawapres Anies-AHY.

Poros ketiga, disebut sebagai poros alternatif, berisikan Partai Golkar-PPP-PAN dengan simulasi sejumlah nama potensial meliputi Airlangga Hartanto, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno hingga Ridwan Kamil.

“Jika merujuk pada pemiliu sebelumnya, sudah dapat dipastikan otoritas tiket hanya akan dimonopoli partai-partai papan atas, sehingga nama-nama yang berseliweran hari ini pada lembaga survei hanya akan menjadi hiasan pemberitaan media saja,” kata Pangi melalui keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).

Menurut Pangi, adanya presidential treshold atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen bakal memangkas peluang sejumlah tokoh potensial untuk melenggang ke palagan Pilpres 2024.

“Adanya presidential treshold 20 persen, elektabilitas dan popularitas terkadang tak punya korelasi linear terhadap proses pencapresan, kalau pun iya tapi tidak menjadi faktor mutlak, itu bisa jadi bonus,” kata dia.

Data hasil survei Voxpol Center menunjukkan sebesar 40,6 persen menginginkan pilpres 2024 diikuti lebih dari 2 (dua) pasang capres atau cawapres.

“Sebanyak mungkin capres alternatif, meskipun terbentur presidential threshold 20 persen, jangan sampai terulang rematch pilpres bipolar, akibatnya keterbelahan publik makin menganga lukannya,” kata dia.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa partainya membuka diri berkoalisi dengan Partai Gerindra dan sejumlah partai lainnya di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024, kecuali dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat karena berbeda ideologi.

"PDIP beda ideologi dengan PKS sehingga sangat sulit berkoalisi dengan PKS. Saya tegaskan sejak awal," ujar Hasto.

Di sisi lain, Hasto menambahkan, pihaknya tidak dapat berkoalisi dengan Partai Demokrat lantaran adanya perbedaan basis konstituen.

"Dengan Demokrat juga basisnya beda, partai elektoral. Kami partai ideologi yang bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya berbeda. Ini tegas-tegas aja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan," tutur Hasto ihwal koalisi menuju Pilpres 2024.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

calon presiden Pilpres 2024
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top