Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akun WhatsApp & Telegram Pegiat Antikorupsi Diretas, Ini Pesan Eks Jubir KPK

Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan akun WhatsApp dan Telegram-nya sulit diakses. Ternyata hal serupa dialami pegiat antikorupsi lain, termasuk Novel Baswedan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  14:42 WIB
Pegiat antikorupsi Febri Diansyah - Antara
Pegiat antikorupsi Febri Diansyah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah berharap pihak berwenang dapat memastikan perlindungan kepada masyarakat khususnya terkait komunikasi dan keamanan data pribadi.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter resminya, @febridiansyah, Jumat (21/5/2021) 08.52 WIB, setelah sehari sebelumnya tidak bisa mengakses akun pada aplikasi pesan instan, WhatsApp. Pada pagi ini, pegiat antikorupsi tersebut mengaku sudah bisa mengakses dan menghubungi sejumlah kontak via aplikasi tersebut.

Dia mengatakan bahwa kejadian serupa juga dialami oleh pegiat atau aktivis antikorupsi. Akun WhatsApp dan juga aplikasi lainnya seperti Telegram tidak dapat diakses.

"Pagi ini saya sudah bs hubungi sejumlah teman di kontak WA. Alhamdulillah.. Saya dengar, WA/Tele sjumlah tmn yg advokasi antikorupsi jg mengalami hal yg sama. Smg ada keseriusan pihak yg berwenang utk memastikan perlindungan hak komunikasi dan data pribadi warga.," demikian tulisnya dalam sebuah utasan di Twitter.

Semalam, Kamis (20/5/2021) pukul 23.20 WIB, Febri melalui akun Twitternya mengungkapkan bahwa akun WhatsApp-nya tak bisa digunakan. Akun Telegram-nya juga tampak bermasalah.

"Akun WA saya barusan tidak bisa diakses. Jika ada pesan yg saya kirimkan saat ini, itu bukan dari saya. Sebelumnya ada incomplete login di akun Telegram Saya..," tulisnya di Twitter.

Berdasarkan catatan Bisnis, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sebelumnya juga mengumumkan bahwa akun telegramnya dibajak dan tak lagi di bawah kendalinya. Hal yang sama terjadi pada akun Telegram milik Sujanarko, Direktur KPK.

Hal itu disampaikan Novel melalui pengumunan pada akun Twitter pribadinya @nazaqistsha, Kamis (20/5/2021).

"Pengumuman. Akun Telegram saya dibajak sejak pukul 20.22 WIB hari ini sehingga tidak lagi di bawah kendali saya. Akun Telegram Pak Sujanarko [Direktur KPK] sejak pukul 20.31 WIB juga dibajak sehingga tidak dalam kendali yang bersangkutan. Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," tulis Novel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK whatsapp peretas novel baswedan telegram
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top