Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Menkes Minta Kapasitas Tempat Tidur RS Ditambah

Kemenkes mencatat ada delapan daerah yang secara signifikan mengalami kenaikan keterisian tempat tidur rumah sakit akibat lonjakan kasus Covid-19
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  08:17 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan ada delapan daerah yang secara signifikan mengalami kenaikan keterisian tempat tidur rumah sakit akibat lonjakan kasus Covid-19.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menkes pun meminta kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit ditambah.

Adapun, delapan daerah yang mengindikasikan peningkatan keterisian ruang perawatan dan ruang ICU khusus Covid-19 diantaranya Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung dan Nusa Tenggara Timur.

“Beberapa provinsi jauh lebih tinggi kasusnya, ini yang harus menjadi perhatian kami Pemerintah Pusat dan harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Kepada Gubernur, Bupati dan Walikota tolong ini dijaga,” kata Menkes dalam keterangan pers, Senin (10/5/2021).

Melihat data perkembangan kasus sebelumnya, bahwa selalu terjadi tren lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersiap melakukan sejumlah langkah antisipasi dengan mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh faskes di Indonesia, pendataan farmasi dan alat kesehatan serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.

“Lebaran sudah dekat. Tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk, saya merasa dan berharap Insya Allah ini tidak terjadi, tetapi kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget,” kata Menkes.

Budi menyebutkan, sejak terjadi lonjakan kasus pada Januari yang penting diantisipasi adalah kesediaan tempat tidur RS, kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya yakni oksigen.

Secara keseluruhan, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390.000 unit, yang mana 70.000 diantaranya digunakan untuk pelayanan Covid-19. Adapun, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 sekitar 23.000-an.

Semantara, untuk ruang ICU secara nasional ada sekitar 22.000, yang diperuntukkan untuk Covid-19 sebanyak 7.500 unit, dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.

“Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih 3 kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk Covid-19,” terangnya.

Dari kalkulasi ini, Menkes memperkirakan masih ada ketersediaan tempat tidur hingga dua kali lipat untuk mengantisi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19 terutama pascalibur lebaran 2021.

Selain itu, apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi menjadi RS khusus Covid-19.

“Sejumlah persiapan telah kita lakukan, saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” ujar Menkes.

Menkes meminta kepada seluruh kepala daerah untuk turut melakukan langkah antisipasi sekaligus pencegahan agar tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi pascalibur panjang lebaran.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes lebaran Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top