Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ramadan, Zakat Online Jadi Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu, zakat online bisa tersebar ke 8 golongan secara lebih luas.
Logo Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LazisNu). - LazisNu
Logo Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LazisNu). - LazisNu

Bisnis.com, JAKARTA - Pada masa pandemi Covid-19, zakat online bisa menjadi solusi.

Mengingat zakat yang dibayarkan juga harus disebarkan dengan tepat sasaran hingga bisa mencapai 8 golongan seperti yang dijelaskan Surat At-Taubah ayat 60, transaksi zakat online menjadi solusi saat social distancing.

Selain itu, zakat online bisa tersebar ke 8 golongan secara lebih luas.

Soal kewajiban membayar zakat, tidak akan pernah lepas dari aturan dan hukum suatu ibadah termasuk pelaksanaan zakat online ini.

Dilansir situs zakat.or.id , Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, dalam Fiqhuzzakat-nya, berpendapat zakat akan tetap sah walaupun pemberi zakat tidak menyatakan secara eksplisit kepada mustahik bahwa dana yang ia berikan adalah zakat.

Dalam membayar zakat online, konfirmasi zakat secara tertulis juga merupakan salah satu bentuk pernyataan zakat.

Pembayaran zakat ini juga berbeda dengan wakaf, akad jual beli, hutang piutang, dan gadai sebab dalam zakat ijab qabul bukan termasuk ke dalam rukun zakat.

Membayar zakat secara online dan secara langsung hanya berbeda medianya saja. Selama zakat sampai ke penerima zakat dan lembaga pengelolanya jelas zakat online bisa dilakukan sebagai kemudahan dalam beramal.

Selain memudahkan transaksi, zakat online juga memiliki keuntungan lain seperti laporan keuangan yang mudah dibuat secara transparan karena memiliki bukti gransaksi dan zakat juga bisa disalurkan lebih cepat ke penerima zakat oleh lembaga pengelola zakat.

Zakat online juga memungkinkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas hingga bisa membantu lebih banyak orang.

Dilansir dari situs zakat.or.id di Indonesia sendiri sudah lahir beberapa lembaga amil zakat resmi yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Agama (Kemenag) dengan berbagai fasilitas yang tersedia seperti Dompet Dhuafa Republika, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), Inisiatif Zakat Indonesia, Yatim Mandiri Surabaya, NU CARE LAZIS NU (Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Nahdatul Ulama) dan LAZIS MU (Lembaga Amil Zakat Muhamadiyah).

Adapula lembaga amil zakat resmi yang berskala nasional seperti Rumah Zakat Indonesia, Lembaga Manajemen Infak Ukhuwah Islamiyah, Dana Sosial Al Falah Surabaya, Pesantren Islam Al Azhar, Baitulmaal Muamalat, Global Zakat, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Perkumpulan Persatuan Islam dan Rumah Yatim Arrohman Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Tempo.co

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper