Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bencana NTT: Pemprov dan Pemerintah Pusat Diminta Gerak Cepat

Lebih dari 12.000 rumah diperkirakan porak-poranda diterjang badai dahsyat yang terjadi pada 4 - 5 April lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 April 2021  |  18:45 WIB
Sebuah bangunan rusak setelah diterjang badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Sabu Raijua, NTT, pada Minggu (4/4/2021) dini hari. - Antara
Sebuah bangunan rusak setelah diterjang badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Sabu Raijua, NTT, pada Minggu (4/4/2021) dini hari. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat diminta bergerak cepat meringankan warga terdampak bencana di NTT.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPR Herman Hery sepulang dari NTT.

Masyarakat NTT terdampak bencana siklon tropis Seroja beberapa hari lalu.

Herman Hery baru kembali dari kunjungan dua hari ke NTT untuk melihat kondisi warga sekaligus memberikan sejumlah bantuan.

Herman adalah anggota DPR mewakili Pulau Timor, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raiju, dan Pulau Sumba, di NTT.

"Jadi, setelah menyerap aspirasi dan turun ke masyarakat selama dua hari di NTT, kita melihat keadaan di sana betul-betul memprihatinkan. Lebih dari 12.000 rumah diperkirakan porak-poranda diterjang badai dahsyat yang terjadi pada 4 - 5 April lalu," kata dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

Herman menilai perhatian pemerintah provinsi dan pemerintah pusat masih jauh dari harapan masyarakat yang terdampak bencana. Negara, ujarnya, wajib hadir lewat upaya rehabilitasi dan relokasi bagi warga NTT.

"Saya sebagai anggota DPR asal NTT memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan pemerintah melakukan upaya tersebut," ucapnya.

Secara khusus, dia menyoroti minimnya bantuan dari pemerintah terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Sabu Raijua yang terdampak cukup parah.

Hampir 5.000 rumah rusak berat hingga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Ia menyebutkan ketiadaan bupati definitif di Kabupaten Sabu Raijua membuat penanganan warga terdampak bencana di wilayah ini harus dilakukan secara lintas kabupaten.

"Bicara Sabu Raijua, hingga hari ini belum ada bupati definitif. Karenanya pemerintah Provinsi NTT harus cepat dan tanggap melakukan langkah terobosan lintas kabupaten dan saya rasa gubernur NTT pasti sudah melakukan terobosan tersebut," katanya.

Herman Hery menegaskan sebagai bentuk partisipasi pribadi, dia sudah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyalurkan beras dan bahan makanan lain ke masyarakat.

Terkait bantuan ke Kabupaten Sabu Raijua, Herman mengimbau pemerintah pusat sesegera mungkin mengambil langkah terobosan. Fokus perhatian harus juga diberikan untuk masyarakat Kabupaten Sabu Raijua.

Dalam kunjungannya, Ketua Komisi III DPR itu juga menyerahkan paket bantuan berupa sembako, selimut, masker, dan pakaian bayi.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga di sejumlah titik pengungsian dan untuk perbaikan rumah ibadah.

Ia hadir ke Kupang dan Kabupaten Kupang bersama sesama anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil NTT II, Ansy Lema.

Sekitar 2,5 ton beras disalurkan dalam kunjungan di Kabupaten Kupang.

Turut hadir pula dalam kegiatan itu Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni, Ketua DPRD Kupang Yeskiel Loudoe, dan Ketua Komisi V DPRD NTT Yunus Takandewa.

Secara khusus, Herman memompa semangat masyarakat NTT untuk tabah dan memetik hikmah dari peristiwa yang mereka alami saat ini.

"Saya berharap masyarakat NTT tabah kendati tengah tertimpa kesusahan seperti ini dan tetap berusaha bersyukur karena saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah memberikan cobaan lebih dari kesanggupan kita," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt Herman Hery

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top