Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPB Pastikan Percepatan Relokasi Hunian Korban Bencana NTT

Kepala BNPB Doni Monardo minta Gubernur NTT untuk menyiapkan lahan sebagai tempat relokasi warga yang terdampak bencana.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 10 April 2021  |  13:10 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja BNPB tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja BNPB tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan bahwa relokasi tempat tinggal bagi warga yang terdampak siklon tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dilakukan secepat-cepatnya.

Doni juga telah memerintahkan segenap perangkat daerah setempat untuk melakukan relokasi bagi warga yang terdampak bencana di NTT.

Dia mengungkapkan setelah proses evakuasi dan pembersihan lokasi bencana selesai, atas persetujuan masyarakat setempat, maka tahap relokasi akan segera dijalankan.

Gubernur dan Bupati diminta, kata Doni, diminta untuk menyiapkan lahan untuk tempat relokasi secepatnya.

"Dilakukan survei terlebih dahulu terhadap lahan yang akan dijadikan tempat relokasi. Pertimbangan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) juga diperhatikan demi menyiapkan hunian yang aman," kata Doni seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (10/4/2021).

Selain itu, BNPB juga meminta untuk dilibatkan tokoh adat setempat untuk menentukan lokasi hunian. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga adat dan budaya setempat. 

Pemerintah daerah dihimbau untuk segera memberikan data lengkap dan akurat mulai dari nama, alamat dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kategori tingkat kerusakan juga diklasifikasikan sesuai dengan kondisi rumah pascabencana.

Adapun, upaya relokasi hunian bagi warga yang terdampak bencana ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya di Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).

"Saya minta Gubernur NTT dan Bupati Lembata segera siapkan lahan untuk kita segera relokasi warga Ile Ape yang terdampak korban banjir bandang, bencana siklon Seroja," kata Presiden Jokowi.

Dalam hal ini, data yang disampaikan dipastikan harus akurat demi kelancaran proses, sehingga tidak menimbulkan duplikasi nama. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb ntt bencana alam banjir bandang
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top