Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menag: Transformasi PTKN Bukan Ajang Perpanjang Jabatan Rektor

Pemimpin Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) diminta agar lebih fokus dan serius untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 08 April 2021  |  07:22 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas / Dok. Setpres RI
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas / Dok. Setpres RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan pemimpin Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) agar lebih fokus dan serius untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Hal itu ditegaskannya di tengah upaya sejumlah PTKN untuk melakukan transformasi kelembagaan. Sebagian PTKN juga telah sukses melakukan transformasi baik dari sekolah tinggi menjadi institut, maupun dari institut menjadi universitas.

Menag mengingatkan bahwa proses transformasi kelembagaan yang tengah berlangsung bukan ajang memperpanjang jabatan ketua atau rektor, tapi untuk membuat PTKN semakin baik.

"Ini saya tidak mau, dan menjadi rezim di lembaga pendidikan. Ini lebih bahaya dari pada rezim di institusi negara. Mari kita selesaikan problem ini bersama-sama, agar kita tidak dianggap remeh," tegas Menag, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis (8/4/2021).

Menag Yaqut menekankan bahwa asessment harus dilakukan dengan baik untuk menilai kelayakan transformasi PTKN. Jika masih ada persyaratan yang kurang, maka harus dilengkapi terlebih dahulu. "Kita akan tuntaskan persoalan ini. Saya optimistis bisa. Namun syaratnya assesment dilakukan dan perlu," tutur Menag.

Menag juga menyoroti masalah tatakelola keuangan. Dia minta agar anggaran kampus dikelola secara profesional dan transparan, jangan sampai ada dana yang dipinjamkan atau masuk rekening pribadi.

"Kita harus bersama-sama memiliki kemauan untuk memperbaiki tatakelola keuangan di PTKN," jelasnya.

Ada dua hal, kata Gus Menag, yang harus dijauhi pimpinan PTKN, yaitu prilaku koruptif dan plagiarisme. "Korupsi adalah penyakit. Mari kita berantas bersama dan jauhi betul. Lalu, plagiarisme. Bagi saya, perguruan tinggi sebagai contoh kejujuran intelektualisme. Jauhi plagiarisme," tuturnya.

Menag juga berharap Forum Rektor diperluas keanggotaannya agar bisa mewadahi semua perguruan tinggi keagamaan, tidak hanya Islam. Sehingga, organisasinya menjadi lebih terbuka.

"Forum Rektor ini untuk semua Perguruan Tinggi Keagamaan. Semua diajak gabung menjadi satu forum, saya kira lebih bagus dan enak. Mari perluas diri menjadi forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan. Itulah harapan saya,"pesan Menag Yaqut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag Yaqut Cholil Qoumas ptkin
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top