Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid Memucak, Negara-Negara Ini Kembali Terapkan Lockdown

Di Eropa, banyak negara mengembalikan status lockdown dan imbauan tetap tinggal di rumah bagi warganya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  19:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah negara kembali memberlakukan pembatasan wilayah ketat atau lockdown menyusul melonjaknya kasus, terutama dipicu virus Covid-19 yang lebih menular.

Salah satu dari tiga negara itu yakni Filipina. Area ekonomi utama Filipina kembali ditutup selama seminggu mulai hari ini karena lonjakan virus Corona terburuk dan peluncuran vaksin yang lambat.

Metro Manila dan provinsi Bulacan, Cavite, Laguna, dan Rizal yang berdekatan ditempatkan di bawah karantina komunitas yang diperketat dari 29 Maret hingga 4 April 2021. Jam malam dari jam 6 sore hingga 5 pagi akan diberlakukan selama lockdown.

Juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Harry Roque mengatakan dampak ekonomi akan diimbangi dengan membendung wabah lebih lanjut.

“Kami tidak dapat membiarkan lebih banyak orang meninggal karena kelaparan dan alasan lain dalam upaya kami untuk menurunkan kasus Covid-19,” kata Roque, dilansir Bloomberg, Senin (29/3/2021).

Dampak ekonomi dari kebijakan baru ini diperkirakan akan minimal karena kantor dan pasar keuangan akan ditutup pada 1 dan 2 April untuk liburan Paskah.

Di Eropa, banyak negara juga mengembalikan status lockdown dan imbauan tetap tinggal di rumah bagi warganya, seperti Prancis, Italia, Republik Ceko, Belgia, dan Belanda.

Dilansir BBC, sekitar sepertiga populasi di sekitar Paris, Prancis tertahan kebijakan lockdown selama satu bulan mulai 20 Maret 2021. Tiga daerah di Prancis termasuk Kota Lyon juga ditutup untuk empat minggu mulai 26 Maret 2021.

Di Italia toko-toko, restoran, dan sekolah sekali lagi harus ditutup di lebih dari setengah negara termasuk Roma dan Milan. Selama tiga hari Paskah mulai 3 hingga 5 April 2021, pembatasan total diberlakukan di seluruh negara.

Sementara itu, Republik Ceko sebagai salah satu negara paling terpukul pandemi di Eropa, memperketat aturan pembatasannya. Kebijakan baru melibatkan penutupan klinik kesehatan dan sekolah untuk anak-anak dan orang dengan disabilitas.

Pergerakan antardistrik dilarang dan testing massal di pabrik-pabrik telah diperintahkan untuk dilakukan.

Di Spanyol, pemerintah menerapkan lockdown total sampai awal Mei mendatang. Warga hanya boleh keluar untuk bekerja, belajar, membeli obat-obatan, dan merawat anak-anak atau lansia. Orang-orang di atas usia 6 tahun diwajibkan memakai masker di transportasi umum dan ruangan tertutup.

Adapun di Belgia, lockdown diperpanjang hingga 1 April. Perjalanan yang tidak penting masih dilarang. Kunjungan ke rumah hanya diperbolehkan maksimal satu orang.

Sedangkan di Belanda, lockdown diperpanjang hingga 20 April mendatang. Selain itu, jam malam juga diperpanjang, tetapi mulai 31 Maret akan dimulai satu jam lebih lambat, dari 22.00 hingga 04.30.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Lockdown
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top