Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Facebook Blokir Peretas yang Targetkan Uighur

Facebook menyatakan telah memberi tahu hampir 500 orang yang perangkatnya mungkin telah diretas.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  21:47 WIB
Facebook Blokir Peretas yang Targetkan Uighur
Muslim Uighur di China - dancingturtle.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Facebook menyatakan telah mendeteksi dan memblokir sejumlah akun dari sekelompok peretas di Cina yang menggunakan platform jejaring sosial tersebut untuk mengawasi orang-orang Uighur yang tinggal di luar negeri.

Melansir Nippon Hoso Kyokai/NHK, Kamis (25/3/2021), Facebook mengungkapkan kelompok tersebut menargetkan para aktivis, jurnalis, serta pembangkang Uighur yang tinggal di luar negeri di negara-negara seperti Turki dan Amerika Serikat.

Dikatakan bahwa para peretas itu berpura-pura menjadi pelajar atau jurnalis dan membuat akun palsu di Facebook. Para peretas itu melakukan hal ini sebagai upaya menipu target mereka agar mengeklik tautan-tautan berbahaya untuk menyerang perangkat elektroniknya dengan peranti perusak atau malware agar bisa diawasi.

Facebook menyatakan telah memberi tahu hampir 500 orang yang perangkatnya mungkin telah diretas. Jejaring media sosial itu menyebutkan aktivitas peretasan tersebut memiliki ciri khas operasi yang persisten dengan sumber daya yang memadai serta pelaku yang disamarkan.

Selain itu, Facebook juga menyatakan mereka mengetahui beberapa cara perangkat yang terinfeksi grup tersebut termasuk membuat aplikasi bertema Uighur palsu untuk toko aplikasi Android, termasuk aplikasi doa dan aplikasi kamus.

Lalu, mereka berpose di Facebook sebagai jurnalis, pelajar, pembela hak asasi manusia atau anggota komunitas Uighur, membangun kepercayaan dan menipu mereka agar mengklik tautan berbahaya. Kemudian membuat situs web yang mirip untuk situs web berita Uighur dan Turki yang populer.

Terkait hal ini, Kedutaan Besar China di Washington belum berkomentar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook suku minoritas uighur
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top