Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Profil Mendiang Herman Lantang, Sang Penyokong Soe Hok Gie

Herman Lantang meninggal dunia di di RSUD Tangerang Selatan dalam usia 80 tahun karena sakit stroke yang sudah lama dideritanya.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  13:59 WIB
Ini Profil Mendiang Herman Lantang, Sang Penyokong Soe Hok Gie
Tangkapan layar foto Herman Lantang, pendiri Mapala UI, semasa hidup - Instagram/@hermanlantangcamp
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Mapala UI Herman Lantang meninggal dunia pada Senin (22/3/2021) dini hari di di RSUD Tangerang Selatan dalam usia 80 tahun.

Sosok yang merupakan sahabat Soe Hok Gie, aktivis muda penentang Presiden Soekarno pada 1966, ini meninggal dunia karena sakit stroke yang sudah lama dideritanya.

Don Hasman, fotografer, pecinta alam dan sahabat Herman Lantang, melalui akun Instagram resminya, @donhasman, Senin (22/3/2021) pagi mengunggah sejumlah foto mendiang. Dalam unggahan itu, dia pun memeberikan biodata singkatnya.

"Herman Onesimus Lantang lahir di Tomohon, 2 Juli 1940. Senin ini, 22 Maret 2021,sekitar pukul 03.00 WIB tutup usia di rumah putera pertamanya, Errol Kamang Lantang, di perumahan Bumi Serpong Damai, Tangerang," tulisnya dalam keterangan foto di Instagram.

Pada foto pertama, Don membagikan foto Herman Lantang saat melakukan penelitian di Lembah Heage, Papua, pada sekitar akhir 1960-an. Dia mengaku bahwa saat itu Herman dijululi 'Kareman'.

Don juga mengunggah foto mendiang yang tengah menuntun putranya, Errol Kamang Lantang, semasa kecil saat menjelajahi Lembah Surya Kencana, Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat.

Dalam sejumlah foto lain yang diunggah Don, Herman Lantang tampak menjumpai beberapa kawan karibnya, termasuk almarhum Aristides Katoppo yang juga dikenal di dunia pecinta alam. "Selamat jalan, Man!" tulis Don menutup keterangan foto tersebut.

Dilansir Tempo, Jeanne Mamboe dan Josi Katoppo, sahabat Herman dan Soe Hok Gie yang kini berdiam di Amerika Serikat juga mengabarkan berita duka itu.

Terakhir kami ketemu saat Tides (Aristides) meninggal. Herman, meski berjalan harus dituntun, datang bersemangat sekali, walaupun sebenarnya sudah stroke," kata adik ipar Aristides Katoppo ini menuturkan. Aristides meninggal pada 29 September 2019.

Jeanne menuturkan, semula dia baru janjian dengan sahabat lain untuk datang ke perkemahan Herman Lantang itu setelah pandemi selesai dan bisa kembali ke Indonesia. "Herman selalu minta kami untuk camping di tempatnya," tuturnya. 

Tempo pernah beberapa kali bertemu dengan Herman Lantang. Dia mengatakan bahwa dirinya merupakan pendukung utama setiap Soe Hok Gie memiliki gagasan untuk membuat gerakan mahasiswa menentang Presiden Soekarno pada 1966.

"Saat Hok Gie punya gagasan apa, kita-kita ini di Fakultas Sastra yang mengeksekusinya," katanya pada pertemuan empat tahun lalu di bumi perkemahan miliknya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mapala ui
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top