Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mulai Vaksinasi Covid-19, Filipina Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Filipina telah melaporkan 576.352 kasus Covid-19 secara keseluruhan, termasuk infeksi dengan varian virus Corona Inggris yang lebih menular.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  15:47 WIB
Petugas kesehatan dan karyawan Rumah Sakit Umum Filipina mendaftar untuk vaksinasi Covid-19, diharapkan tiba bulan ini di Rumah Sakit Umum Filipina di Manila, Filipina, Selasa (9/2/2021)/Antara Foto - Reuters/Eloisa Lopez
Petugas kesehatan dan karyawan Rumah Sakit Umum Filipina mendaftar untuk vaksinasi Covid-19, diharapkan tiba bulan ini di Rumah Sakit Umum Filipina di Manila, Filipina, Selasa (9/2/2021)/Antara Foto - Reuters/Eloisa Lopez

Bisnis.com, JAKARTA - Filipina akhirnya menyusul sejumlah negara di Asia Tenggara lainnya dengan memulai program vaksinasi Covid-19 pada hari ini, Senin (1/3/2021).

Negara yang masih mencoba mengamankan pasokan vaksin itu memulai program vaksinasi Covid-19 dengan memprioritaskan petugas kesehatan. Petugas kesehatan di enam rumah sakit pemerintah di wilayah ibu kota menerima vaksin Sinovac Biotech.

Pasokan vaksin itu disumbangkan oleh China pada Minggu (28/2/20/21). Itu merupakan satu-satunya produk vaksin yang diterima Filipina sejauh ini.

"Anda benar-benar pahlawan selama masa pandemi ini, jadi Anda berhak menjadi yang pertama dalam antrean untuk menerima vaksin," kata Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque kepada petugas kesehatan.

Filipina telah melaporkan 576.352 kasus Covid-19 secara keseluruhan, termasuk infeksi dengan varian virus Corona Inggris yang lebih menular. Negara itu telah mencatat 12.318 kematian akibat wabah Covid-19.

Filipina bertujuan untuk menginokulasi 70 juta dari 108 juta orang warganya tahun ini, untuk mencapai kekebalan kelompok dan membuka kembali ekonomi yang pada 2020 mengalami kontraksi terburuk, sebagian besar karena pembatasan ketat pada pergerakan yang berlaku sejak pertengahan Maret.

Filipina sedang mengejar ketinggalan dengan tetangganya di Asia Tenggara meskipun memiliki salah satu masalah virus corona terburuk di kawasan itu. Negara itu adalah yang terakhir memulai program imunisasi dan memiliki tantangan tidak hanya untuk memastikan pasokan vaksin, tetapi untuk meyakinkan warganya untuk mau menerimanya, di tengah kekhawatiran akan keamanan.

Carlito Galvez, mantan jenderal yang mengepalai strategi vaksin pemerintah, mengatakan Filipina mungkin tidak akan bergerak maju kecuali semua orang diimunisasi. 

"Itu adalah kewajiban moral kami," kata Galvez, yang menerima suntikan vaksin dan mengatakan bahwa vaksin itu adalah "dosis harapan".

Pemerintah Filipina telah melakukan pembicaraan dengan sebagian besar produsen utama vaksin virus corona untuk 161 juta dosis gabungan, tetapi telah berjuang untuk mencapai kesepakatan, sementara persaingan yang ketat telah memperketat pasokan.

Peluncuran program telah ditunda beberapa kali, dengan kemunduran terakhir adalah penundaan 525.600 dosis vaksin AstraZeneca yang seharusnya tiba pada Senin (3/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top