Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemeriksaan Spesimen Terus Turun, Liburan Imlek Jadi Pemicunya

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan pada 13-15 Februari 2021 jumlah spesimen yang diperiksa hanya sekitar 30.000, atau jauh menurun.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  18:21 WIB
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah spesimen yang diperiksa mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan pada 13-15 Februari 2021 jumlah spesimen yang diperiksa hanya sekitar 30.000, atau jauh menurun jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 50.000 spesimen. Bahkan pada 16 Februari 2021, jumlah spesiman yang diperiksa hanya 28.167 spesimen.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengungkapkan penyebab jumlah testing menurun dalam beberapa hari terakhir.

“Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan turunnya jumlah kumulatif testing Covid-19 terutama dalam 3-4 hari terakhir ini. Salah satu penyebab utamanya adalah libur panjang sehingga banyak laboratorium swasta yang tidak beroperasi,” jelasnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube BNPB, Selasa (16/2/2021).

Guna menanganinya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Satgas menggencarkan skrining dengan tes usap antigen.

Kendati demikian, Wiku menegaskan bahwa kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan oleh masyarakat menjadi kunci pencegahan penularan Covid-19 selain vaksinasi.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro terbukti manjur menaikkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker.

Dia mengatakan pada periode 8-14 Februari 2021 jumlah derah dengan tingkat kepatuhan memakai masker di atas 75 persen naik menjadi 262 kabupaten/kota. Hal itu bisa terjadi, kata Wiku, karena pengawasan terjadi ditingkat atau wilayah terkecil sehingga lebih lebih ketat.

Dia pun berharap posko di daerah lebih berperan aktif untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top