Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sah! PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1442 H pada 13 April 2021

Hal itu tertuang dalam Maklumat bernomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  14:37 WIB
Bendera Muhammadiyah - Antara
Bendera Muhammadiyah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan maklumat tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah, Rabu (10/2/2021).

Maklumat bernomor 01/MLM/I.0/E/2021 itu menyimpulkan Ramadan jatuh pada 1442 Hijriyah atau pada Selasa Wage, 13 April 2021, sedangkan 1 Syawal 1442 H atau Idulfitri jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021.

Maklumat itu juga memuat kesimpulan terkait sejumlah hari besar lainnya dalam kalendar umat Islam. Maklumat menyimpulkan 1 Zulhijah 1442 H atau Iduladha jatuh pada Ahad Pon, 11 Juli 2021.

"Sementara Hari Arafah 9 Zulhijah 144 H, pda Senin Legi, 19 Juli 2021 M dan Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H, pada Selasa Pahing, 20 Juli 2021 M," demikian tertulis di laman resmi muhammadiyah.or.id.

Seperti diketahui, Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam penentuan hari-hari penting tersebut. Dalam bidang fikih menyangkut penentuan waktu-waktu ibadah, hisab digunakan dalam arti perhitungan waktu dan arah tempat guna kepentingan pelaksanaan ibadah, seperti penentuan waktu salat, waktu puasa, waktu Idulfitri, waktu haji, dan waktu gerhana untuk melaksanakan salat gerhana, serta penetapan arah kiblat agar dapat melaksanakan salat dengan arah yang tepat ke Kabah.

"Penetapan waktu dan arah tersebut dilakukan dengan perhitungan terhadap posisi-posisi geometris benda-benda langit, khususnya matahari, bulan, dan bumi yang digunakan untuk menentukan waktu-waktu di muka bumi dan arah," demikian keterangan resmi tersebut.

Pengkajian tentang posisi-posisi geometris benda-benda langit untuk menentukan penjadwalan waktu di muka bumi ini merupakan bagian peradaban Islam yang disebut ilmu haiah (astronomi) atau yang sering juga disebut dengan ilmu falak. Ilmu falak (astronomi / ilmu haiah) jauh lebih luas dari sekedar mempelajari posisi geometris benda langit untuk tujuan praktis seperti penentuan waktu.

Ilmu falak syar’i terkadang disebut pula dengan ilmu hisab. Hanya saja penamaan dengan ilmu hisab ini populer di kalangan beberapa fukaha.

"Hisab yang digunakan Muhammadiyah adalah hijab wujud al-hilal, yakni metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter : telah terjadi konjungsi atau ijtimak, ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhammadiyah Ramadan idulfitri
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top