Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Digempur Disrupsi, Ganjar Minta Industri Media Lebih Inovatif & Kreatif

Industri pers disebut memerlukan sebuah inovasi dan kreativitas dalam mengelola konten.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  19:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meresmikan Hetero Space di Semarang, Jumat (31/1 - 2020) malam. (Dok. Istimewa)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meresmikan Hetero Space di Semarang, Jumat (31/1 - 2020) malam. (Dok. Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan sejumlah tantangan industri media di era disrupsi masa kini. Industri ini disebut memerlukan sebuah inovasi dan kreativitas dalam mengelola konten. 

Saat peringatan Hari Pers Nasional melalui daring, Ganjar mengemukakan tantangan pers saat ini dengan adanya agenda bisnis yang mengesampingkan agenda media, publik dan kebijakan. 

Selain itu dari sisi demokrasi adanya tuntutan keterbukaan di tengah maraknya kabar bohong dan malinformasi. Pers juga menghadapi digitalisasi dengan munculnya jurnalis berbasis warga. 

“Tanyangan pers masa kini nampaknya mendapatkan tekanan yang luar biasa dan [dituntut] mencari jalan keluar agar dapat survive,” katanya, Selasa (8/2/2021).

Lebih lanjut, untuk menjawab tantangan tersebut, Pers wajib berinovasi dan kreatif dalam pemilihan konten dan agenda media. Bahkan saat ini industri media berhadapan dengan kabar yang cepat beredar di media sosial termasuk platform berbagai video Youtube. 

Ganjar menuturkan bahwa pihaknya beberapa kali merespon kabar di media mainstream. Di sisi lain, media umum kerap mencuplik informasi yang disebar di media sosial.

Dia menyebut pers perlu mengembangkan penyebaran media agar tetap eksis. Awak media juga mesti kredibel dalam memberitakan kabar tertentu termasuk berjenis indept reporting maupun investigatif news. 

“Kemudian tentu meningkatkan profesionalitas dan kompetensi. Yang terakhir ini makin banyak kita melihat. Saya orang yang ditanya oleh wartawan, maka kualitas wartawan akan ketahuan.”

“Ini terlatih atau tidak, ini membaca atau tidak, ini kemudian kira-kira pesenannya siapa ya pertanyaannya, ini menjadi profesionalitas dan kompetensinya menjadi nampak,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pers ganjar pranowo disrupsi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top