Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telusuri Aset yang Disembunyikan Koruptor, Kejagung Gandeng PPATK

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin dan Kepala PPATK Dian Ediana Rae sudah bertemu langsung untuk membahas kerja sama penelusuran aset hasil tindak pidana korupsi itu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  20:15 WIB
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menggandeng Pusat Penelusuran Aset dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aset yang disamarkan atau disembunyikan oleh tersangka tindak pidana korupsi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin dan Kepala PPATK Dian Ediana Rae sudah bertemu langsung untuk membahas kerja sama penelusuran aset hasil tindak pidana korupsi itu.

Kendati demikian, Leonard tidak menjelaskan lebih terperinci siapa dan perkara tindak pidana korupsi mana yang akan ditelusuri asetnya oleh PPATK itu.

"Untuk peningkatan kerja sama serta dukungan PPATK dalam penanganan tindak pidana korupsi yang sedang berjalan terkait dengan penelusuran dana dan aset tracing," tuturnya, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Ali Mukartono memastikan bahwa tidak ada perkara korupsi khusus yang diminta Kejagung untuk ditelusuri oleh PPATK.

Menurutnya, seluruh perkara korupsi yang ditangani Kejagung, bakal ditelusuri aliran dana dan asetnya oleh PPATK. "Tidak ada perkara khusus, semua kasus korupsi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi ppatk kejagung
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top