Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dilarang Pemerintah, TikTok di India Pangkas Karyawannya

Sebelumnya, Pemerintah India mengumumkan pelarangan penggunaan 59 aplikasi asal China, termasuk TikTok yang dioperasikan oleh Bytedance sebagai buntut dari memburuknya hubungan kedua negara terkait sengketa perbatasan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  14:35 WIB
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi China TikTok memangkas tenaga kerjanya di India setelah jumlah penggunanya anjlok akibat instruki pemerintah yang melarang penggunaan puluhan aplikasi Negeri Tirai Bambu.

 “Melihat dari ketiadaan respons dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini dalam beberapa bulan ini, dengan berat hati kami harus mengurangi jumlah tenaga kerja di India,” demikian ditulis TikTok dalam keterangan resminya, dilansir CAN, Kamis (28/1/2021).

Meski keterangan tersebut tidak menyebutkan secara detil jumlah tenaga kerja yang dipangkas, tetapi sejumlah laporan media lokal menyebutkan TikTok di India memiliki lebih dari 2.000 karyawan.

Sebelumnya, Pemerintah India mengumumkan pelarangan penggunaan 59 aplikasi asal China, termasuk TikTok yang dioperasikan oleh Bytedance sebagai buntut dari memburuknya hubungan kedua negara terkait sengketa perbatasan.

Sebagai gantinya, Perdana Menteri Narendra Modi telah menggunakan pengguna internet yang mencapai 500 juta, terbanyak kedua setelah China, untuk menarik minat taipan teknologi, termasuk Twitter untuk melokalisasi data penggunanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india TikTok
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top