Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Naik, Jepang Perluas Keadaan Darurat

Jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 4.158 orang dan lebih dari 61.500 pasien berada di rumah sakit
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  08:37 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga - Bloomberg
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang memperluas pemberlakuan keadaan darurat ke tujuh provinsi (prefektur), ujar Perdana Menteri Yoshihide Suga.

Negara itu melaporkan 4.527 kasus baru Covid-19 dan 51 kematian pada Selasa (12/1/2021), sehingga total kasus nasional menjadi hampir 300.000.

Adapun, jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 4.158 orang dan lebih dari 61.500 pasien berada di rumah sakit di seluruh negeri akibat lonjakan kasus yang diperburuk oleh suhu musim dingin yang membekukan.

Tokyo, yang sebelumnya berada di antara daerah yang paling parah terkena wabah, melaporkan 970 kasus baru pada Selasa (12?1/2021). Namun, angka itu menunjukkan untuk pertama kalinya angka harian ibu kota turun di bawah 1.000 dalam kurun lebih dari seminggu. Sedangkan jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Tokyo sekarang mencapai 77.133 seperti dikutip CNN.com, Kamis (14/1/2021).

Keadaan darurat sebelumnya diumumkan untuk Tokyo dan tiga prefektur Chiba, Saitama dan Kanagawa minggu lalu  yang akan diberlakukan hingga 7 Februari.

Pejabat Jepang sangat berhati-hati dalam melakukan penguncian penuh karena takut merugikan ekonomi.

Pengumuman baru itu memperluas perintah keadaan darurat ke Osaka, Kyoto, Hyogo, Aichi, Gifu, Tochigi dan Fukuoka, yang mencakup sebagian besar pulau utama Jepang Honshu. Dengan demikian, sebelas prefektur secara total sekarang dalam tindakan keadaan darurat.

Keadaan darurat memerintahkan perusahaan untuk mendorong staf mereka bekerja dari rumah dan mengurangi populasi kantor hingga 70 persen.

Penduduk di daerah yang terkena dampak juga didesak untuk menghindari acara yang tidak penting dan restoran harus berhenti menyajikan alkohol pada pukul 7 malam dan tutup pukul delapan malam.

Acara olahraga dan hiburan di Jepang juga diminta untuk membatasi jumlah peserta.

Suga meminta kerja sama publik setelah mengumumkan langkah-langkah yang diperluas tersebut.

"Saya berharap semua orang memahami bahwa ini adalah tindakan yang sangat diperlukan untuk memperbaiki situasi yang sulit ini. Kami akan melakukan semua yang perlu kami lakukan. Saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang menyebabkan hidup Anda dengan banyak batasan, tetapi kita harus mengatasinya," katanya pada konferensi pers.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top