Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada 2 Kubah Lava Terdeteksi di Gunung Merapi, Potensi Bahaya Meningkat

Selain di bagian tengah kawah, kubah lava kedua juga teramati di sisi lereng sebelah barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  01:53 WIB
Lava pijar Gunung Merapi terus keluar. - Dok. BPPTKG
Lava pijar Gunung Merapi terus keluar. - Dok. BPPTKG

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan pada fase erupsinya kali ini, Gunung Merapi terindikasi akan memiliki dua kubah lava.

Selain di bagian tengah kawah, kubah lava kedua juga teramati di sisi lereng sebelah barat.

"Dampak jika Merapi terkonfirmasi memiliki dua kubah lava dan semuanya berkembang, tentu potensi bahayanya (meningkat)," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Sabtu (9/1/2021).

Hanik menuturkan misalnya kubah lava utama yang di bagian tengah tidak berkembang, maka potensi ancaman awan panas ke arah Kali Gendol juga kecil. Yang sudah jelas terlihat perkembangannya justru kubah lava di lereng barat yang luncuran awan panasnya sudah mengarah Kali Krasak dengan jarak kurang dari satu kilometer.

"Ini menjadi fenomena cukup jarang terjadi karena biasanya kubah lava saat Merapi erupsi hanya satu dan di bagian tengah," katanya.

Hanik menambahkan, volume kubah lava yang tampak berkembang saat ini, yakni di bagian lereng barat, juga masih terlalu kecil. Sehingga BPPTKG masih belum bisa menghitung kepastian volumenya.

Terlebih, karena posisi kubah lava baru itu ada di lereng yang membuatnya juga tidak stabil. Karena, begitu lava muncul maka kubah itu dalam sekejap langsung menjadi lava pijar.

Hanik mengatakan sampai sekarang, fenomena lava pijar akan terus mewarnai fase erupsi Gunung Merapi. Selama masih ada pergerakan magma dari dalam ke permukaan berarti lava pijar dan awan panas itu masih belum diprediksi kapan klimaks dan berhenti.

"Hal ini juga masih diindikasikan dengan adanya seismitas yang masih tinggi," ujarnya.

Meski sudah memasuki fase erupsi awal dan meluncurkan tak kurang 5 kali awan panas serta puluhan kali guguran lava pijar 1-9 Januari ini, status Gunung Merapi masih Siaga. "Ancaman bahaya belum berubah, tetap dalam radius 5 km," ujar Hanik.

Pada hari ini, Sabtu 9 Januari 2021, BPPTKG mencatat Gunung Merapi sempat mengeluarkan sekali semburan awan panas dengan jarak luncur 600 meter arah hulu Kali Krasak. Pada hari ini pula, periode pengamatan 00.00-12.00 WIB, Merapi tak kurang mencatatkan 22 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke hulu kali yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erupsi gunung merapi

Sumber : Tempo

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top