Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 Ditambah, Proyeksi Lonjakan Kasus?

Harapannya, penambahan tersebut bisa segera tiba setidaknya pada pekan kedua Januari 2021.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  21:47 WIB
Gedung Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, tempat perawatan dan karantina pasien Covid-19. - Antara/Ariella Annasya
Gedung Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, tempat perawatan dan karantina pasien Covid-19. - Antara/Ariella Annasya

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana melakukan penambahan kapasitas tempat tidur sebanyak 30-40 persen di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19. Harapannya, penambahan tersebut bisa segera tiba setidaknya pada pekan kedua Januari 2021.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Profesor Abdul Kadir menjelaskan bahwa perhitungan tersebut dilihat dari kapasitas tempat tidur yang khusus dijadikan untuk Covid-19 pada saat ini.

“Jadi saya anggap RS A misalnya cuma sediakan 100, maka kita minta ditambah 30-40 persen. Tambahan itu yang khusus untuk Covid-19. Mudah-mudahan tidak terpakai semua,” jelasnya pada konferensi pers, Senin (28/12/2020).

Adapun, Kemenkes juga mengharapkan penambahan bisa selesai pada pekan pertama Januari 2021.

“Surat edaran yang pekan kedua Januari kita sudah keluarkan, tapi edaran kita perbarui kembali dengan harapan paling lambat pekan pertama Januari sudah bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadir menjelaskan bahwa keterisian rumah sakit rujukan tak merata. Di satu rumah sakit ada yang penuh, di sisi lain ada rumah sakit yang tak terisi.

“Kita di kemenkes sudah punya sistem rujukan terintegrasi. Dengan demikian, kalau tidak bisa diterima rumah sakit tertentu, harapannya RS tersebut bertanggung jawab untuk mencarikan RS lain yang tersedia,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat yang terinfeksi Covid-19 juga, kata Kadir, diharap berbedar hati ketika harus dirawat di rumah sakit yang tidak sesuai keinginan, mengingat keterisian rumah sakit harus lebih merata.

“Ini juga karena mereka [pasien] cuma mau datang dan dirawat di RS tertentu, makanya RS-nya overload, sehingga utilitynya nggak rata. Masyarakat diharapkan mau dirawat di RS yang masih kosong,” imbau Kadir.

Sementara itu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan adanya penambahan kasus baru konfirmasi positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia pada Senin (28/12/2020) mencapai 5.854 orang sehingga totalnya menjadi 719.219 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kesehatan
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top