Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Malaysia Buat Parodi Indonesia Raya, DPR: Jangan Terprovokasi

Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya mengatakan warga Malaysia yang membuat parodi lagu Indonesia Raya sama dengan mereka yang gemar memproduksi hoaks dan provokasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  10:52 WIB
Sejumlah peselancar yang terabung dalam komunitas anak pantai mengibarkan bendera Merah Putih, di Pantai Berawa, Badung, Bali, Selasa (15/8). Kegiatan tersebut untuk menghormati para pahlawan bangsa sekaligus memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Wira Suryantala
Sejumlah peselancar yang terabung dalam komunitas anak pantai mengibarkan bendera Merah Putih, di Pantai Berawa, Badung, Bali, Selasa (15/8). Kegiatan tersebut untuk menghormati para pahlawan bangsa sekaligus memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya mengatakan warga Indonesia tidak perlu terprovokasi oleh parodi penghinaan atas lagu kebangsaan Indonesia Raya buatan warga Malaysia karena pemerintah telah mengambil langkah sigap dalam menyikapi perbuatan iseng tersebut.

“Sebab saya kira, itu hanya buatan orang iseng saja yang tidak memiliki kapasitas keilmuan dan keadaban sebagai bangsa serumpun dan bertetangga,” kata Willy ketika dihubungi Bisnis, Senin (28/12/2020).

Dia mengatkan apa yang dilakukan oleh warga Malaysia itu sama dengan mereka yang gemar memproduksi hoaks dan provokasi.

Politikus Partai Nasdem itu juga mengapresiasi sikap Kementerian Luar Negeri yang telah mmempertanyakan hal itu lewat KBRI di Malaysia. “Saya kira ini langkah sigap dari pemerintah kita dalam menyikapi parodi tersebut.”

Menurutnya, pihak Indonesia tidak perlu membuat parodi balik tentang Malaysia dalam bentuk apapun hal itu adalah bentuk chauvinisme dan sikap itu bukanlah jati diri kita sebagai bangsa.

“Nasionalisme kita bukanlah nasionalisme yang chauvinis. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang menjadi bagian dari internasionalisme atau bangsa-bangsa lain di dunia,” ujarnya.

Pada 27 Desember 2020, akun Ultras Malaya mengunggah video berdurasi 26 detik yang berisi permohonan maaf kepada rakyat Indonesia dan klarifikasi bahwa alasan pembuatan konten tersebut karena ada Channel Youtube bernama Asean Channel ID telah menghina lagu kebangsaan Malaysia terlebih dahulu.

Viral parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diganti dengan kalimat-kalimat ejekan itu mendapat kritikan tajam di kalangan netizen. Selain itu, video tersebut pun memperlihatkan seekor ayam dengan segala atribut yang menyerupai Garuda Pancasila. Ayam itu diapit dua anak kecil yang buang air kecil ke arah bendera Merah Putih.

Video itu diunggah oleh akun MY Asean dengan lokasi di Malaysia. Pemilik akun juga menampilkan bendera Malaysia. Video dengan judul "Indonesia Raya Instrumental" itu diunggah sekitar dua pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Indonesia Raya
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top