Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penembak Mati Tiga Polisi di Prancis Ditemukan Tewas

Tiga polisi itu ditembak mati dan yang keempat terluka setelah mereka menangani insiden kekerasan dalam rumah tangga di kawasan Puy-de-Dôme, wilayah barat Lyon, pada dini hari.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  15:55 WIB
Ribuan orang menghadiri aksi unjuk rasa di seluruh Prancis untuk mendukung Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa
Ribuan orang menghadiri aksi unjuk rasa di seluruh Prancis untuk mendukung Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Seorang pria yang diduga membunuh tiga aparat kepolisian di Prancis ditemukan tewas, kata Menteri Dalam Negeri negara itu.

Tiga polisi itu ditembak mati dan yang keempat terluka setelah mereka menangani insiden kekerasan dalam rumah tangga di kawasan Puy-de-Dôme, wilayah barat Lyon, pada dini hari.

Penembak yang diduga meninggalkan tempat kejadian segera memicu perburuan oleh aparat keamanan. Pada Rabu pagi ini, Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin mengatakan dalam cuitannya bahwa "orang gila itu ditemukan tewas" seperti dikutip CNN.com, Rabu (23/12/2020).

Pagi tadi menteri tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan "kesedihan yang mendalam" dalam sebuah pernyataan menyusul kematian ketiga polisi itu. Mereka adalah Cyril Morel, Waran Rémi Dupuis, dan Arno Mavel.

Disebutkan bahwa petugas polisi ditembak mati oleh seorang pria berusia 48 tahun ketika mereka mencoba menyelamatkan seorang wanita yang berlindung di atap sebuah rumah. Rumah itu dibakar tetapi wanita itu diselamatkan.

Hingga kini belum ada keterangan lebih detil. Hanya saja disebutkan bahwa ketika dipanggil untuk turun tangan membantu seorang wanita yang telah dipukuli oleh suaminya, ketiga polisi ditembak oleh pria tersebut, menurut pernyataan Menteri Dalam Negeri.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Mavel, 21, terluka parah dan meninggal karena luka-lukanya. Dua petugas lainnya yang melakukan pengintaian ke arah rumah tersebut ditembak. 

Morel, 45, dan Dupuis, 37, terluka parah sebelum meninggal dunia. Sedangkan petugas keempat yang terluka di paha dirawat oleh layanan darurat, namun luka yang dideritanya tidak membahayakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis kepolisian
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top