Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Pendidikan 6 Menteri Baru Jokowi: Lulusan SMA, S2 di Amerika, Fisika Nuklir ITB

Bisnis menelusuri pendidikan yang ditempuh enam tokoh ini. Berikut ditampilkan secara singkat latar pendidikan 6 menteri baru di Kabinet Indonesia Maju.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  11:24 WIB
Presiden Joko Widodo memperkenalkan enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju  -  Dok: Setpres RI
Presiden Joko Widodo memperkenalkan enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju - Dok: Setpres RI

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo resmi melantik enam menteri baru untuk masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju setelah pengumuman reshuffle kabinet, kemarin (22/12/2020).

Keenam orang tersebut adalah Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sandiaga Salahudin Uno yang ditunjuk menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Budi Gunadi Sadikin jadi Menteri Kesehatan.

Selanjutnya, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Sakti Wahyu Treggono yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, dan terakhir Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.

Menjadi menteri tentu bukan hal yang sembarangan. Tak hanya terkenal, sosok menteri juga harus memiliki prestasi terbaik di bidangnya. Dihimpun dari berbagai sumber, Bisnis menelusuri pendidikan yang ditempuh enam tokoh ini. Berikut ditampilkan secara singkat latar pendidikan 6 menteri baru di Kabinet Indonesia Maju:

1. Tri Rismaharini
Di awal masa pemerintahannya menjadi Wali Kota Surabaya, Risma terkenal juga dengan perhatiannya terhadap taman. Hal ini tampaknya merupakan cerminan dari pendidikan yang ditumpuhnya.

Dikutip pada laman Pemerintah Provinsi Surabaya, Risma merupakan lulusan arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1987. Selanjutnya pada 2002 menyelesaikan S2 nya di managemen pembangunan kota di kampus yang sama ITS.

2. Sandiaga Salahudin Uno
Bisnis administrasi menjadi bidang yang dikuasai Sandiaga Uno. Pemilik Saratoga dan Recapital tersebut mendapatkan gelar sarjana dan masternya untuk jurusan bisnis administrasi, seperti dikutip bio.or.id pada Rabu (23/12/2020).

Pada tahun 1990, Sandi lulus di Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS. Dua tahun berselang pada 1992, dia lalu menyabet gelar Master of Business Administration, The George Washington Univ., Washington, AS. Terbaru, Sandiaga berhasil meraih gelar Doktor Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Harapan (UPH).

3. Budi Gunadi Sadikin
Budi meraih gelar sarjana di bidang Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1988 seperti dikutip Bisnis, Selasa (22/12/2020).

Dia juga memiliki sertifikasi sebagai Chartered Financial Consultant (ChFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004.

4. Yaqut Cholil Qoumas
Dilansir website DPR pada Rabu (23/12/2020), Yaqut terakhir menempuh pendidikan di SMAN II Rembang pada 1993. Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Agama, Yaqut merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Jawa Tengah X.

5. Sakti Wahyu Trenggono
Dikutip dari Kementerian Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono menumpuh pendidikan S1 dan S2 nya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pria kelahiran Semarang, 3 November 1962 ini mendapatkan gelar sarjana Teknik Industri ITB pada tahun 1986. Kemudian pada tahun 2006 mendapatkan gelar MBA.

6. Muhammad Lutfi
Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1969 ini mendapatkan gelar sarjananya di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, jurusan Ekonomi, seperti dikutip pada laman Kedutaan Indonesia untuk Amerika. Seperti diketahui sebelum ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Perdagangan, Lutfi tengah menjalankan tugasnya menjadi duta besar di Amerika Serikat.

Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top