Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Reshuffle Menteri 'Memanas', Benarkah Ini Daftar Resminya?

Presiden Jokowi dikabarkan memanggil calon-calon menteri ke Istana pada hari ini. Hal itu dibenarkan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  15:15 WIB
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 September 2020. - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 September 2020. - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Bisnis.com, JAKARTA - Perombakan atau reshuffe kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi isu terhangat hari ini, Selasa (22/12/2020).

Apalagi, Presiden Jokowi dikabarkan memanggil calon-calon menteri ke Istana pada hari ini. Hal itu dibenarkan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono.

"Tentunya akan diperkenalkan kepada publik oleh bapak Presiden yang waktunya menyesuaikan waktu bapak Presiden. Bisa pagi atau siang," kata Heru seperti dikutip, Senin (21/12/2020).

Tercatat ada dua jabatan di kabinet yang kosong, yaitu Menteri Sosial dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Selain mengisi dua pos kementerian yang lowong karena pejabatnya terjerat kasus korupsi, Presiden Joko Widodo diperkirakan akan melakukan penyegaran di tubuh kabinet.

Spekulasi terkait sosok yang akan mengisi posisi kosong dan menggantikan menteri lama di Kabinet Indonesia Maju santer beredar sejak kemarin.

Di posisi menteri sosial, seperti informasi yang dihimpun Bisnis, nama Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono menjadi satu kandidat kuat. Selain dia, pos ini juga diperkirakan tidak jauh dari calon dari PDI Perjuangan.

Dua nama Ketua DPP PDI Perjuangan yakni Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) dan Djarot Saiful Hidayat (Mantan Gubernur DKI Jakarta), berpeluang mengisi posisi sebagai Mensos.

Untuk Menteri Kelautan dan Perikanan, nama Wahyu Sakti juga mengemuka. Di samping itu, satu kandidat terkuat Menteri KKP adalah Sandiaga S. Uno.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang akan pensiun dikabarkan masuk kabinet untuk menggantikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dengan begitu, posisi Panglima TNI akan diamanatkan kepada sosok baru.

Sementara itu, akhir-akhir ini muncul nama yang akan menggantikan posisi Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan. Informasi yang beredar bahwa Budi Gunadi Sadikin berpotensi menjadi Menteri Kesehatan yang baru. Akmal Taher akan menjadi wakil menteri kesehatan (Wamenkes).

Nama, Budi Gunadi Sadikin bukanlah baru dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Pasalnya, Budi Gunadi sudah mengemban jabatan sebagai Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Lalu Wamenkes, akan digantikan oleh Akmal Taher. Akmal adalah seorang dokter ahli bedah asal Indonesia dan juga pernah menjabat sebagai direktur utama Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta sekaligus Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia.

Isu reshuffle menteri ini pun kian 'memanas' dengan beredarnya nama-nama menteri di media sosial dan aplikasi pesan instan. Sebuah pesan berantai di aplikasi Whatsapp bertajuk "Calon Menteri, Dilantik Rabu, 23 Desember 2020" beredar luas. 

Bisnis mencoba mengonfirmasikan daftar tersebut kepada Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman, tetapi belum mendapatkan jawaban.

Dalam pesan berantai tersebut disebutkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan bakal dijabat Jenderal (Purn) Polisi Budi Gunawan atau menggantikan Mahfud MD.

Posisi Menteri Agama bakal diisi oleh TGB Muhammad Zainul Majdi, sedangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia akan dijabat Yusril Ihza Mahendra.

Pesan berantai itu juga menyebutkan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bakal diisi Prof. Dr. KH Haedar Nasir, sedangkan Menteri Kesehatan dijabat Wiku Adisasmito.

Risma T. disebut akan menjabat posisi Menteri Sosial, sedangkan Menteri Ketenagakerjaan diisi Benny Rhamdani. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral bakal diisi Dwi Soejipto dan Menteri Perhubungan diisi Hady Tjahjanto.

Adapun, Menteri Komunikasi dan Informatika bakal dijabat Helmy Yahya dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dijabat Saan Mustofa, Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat Marsetio dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi diisi Hasto Kristiyanto.

Posisi Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan bakal diisi Agus Muldya Natakusumah, Kepala Bappenas dijabat Agus Prabowo dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diisi Basuki Tjahaja Purnama.

Sementara itu, pesan itu menyatakan bahwa Menteri Koperasi dan UKM diisi Budi Arie Setiadi, sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dijabat I Made Mangku Pastika.

Posisi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak dikabarkan bakal diisi Nurul Arifin dan Menteri Pemuda dan Olahraga diisi Wahab Talaohu, sedangkan Kepala Staf Kepresidenan dijabat Kapitra Ampera, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mohammad Naim

Mahfud MD diperkirakan akan bergeser menjadi Jaksa Agung, Kepala BIN akan diisi oleh Doni Monardo dan Panglima TNI diserahkan kepada Jenderal TNI Andhika Perkasa.

Belum ada konfirmasi dari nama-nama calon menteri yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Reshuffle Kabinet Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top