Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sengketa Pilkada Surabaya, Kubu Machfud: Tudingan Eri Cahyadi Salah Alamat

Kubu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi - Armudji menyebut rivalnya melakukan kecurangan yang terstruktur, massif, dan sistematis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  16:51 WIB
Komisioner Bawaslu, Fritz Edwar Siregar (ketiga kiri), Komisioner KPU, Ilham Saputra (ketiga kanan), Staf Divisi Korupsi Politik ICW Almas Sjafrina (kedua kanan), Aktivis ICW Donal Fariz (kanan), Direktur Perludem Titi Anggraini (kedua kiri) dan Iluni Universitas Indonesia, Ahmad Fathul Bari (kiri) berjabat tangan bersama saat diskusi di kantor ICW, Jakarta, Selasa (18/4). - Antara/Reno Esnir
Komisioner Bawaslu, Fritz Edwar Siregar (ketiga kiri), Komisioner KPU, Ilham Saputra (ketiga kanan), Staf Divisi Korupsi Politik ICW Almas Sjafrina (kedua kanan), Aktivis ICW Donal Fariz (kanan), Direktur Perludem Titi Anggraini (kedua kiri) dan Iluni Universitas Indonesia, Ahmad Fathul Bari (kiri) berjabat tangan bersama saat diskusi di kantor ICW, Jakarta, Selasa (18/4). - Antara/Reno Esnir

Bisnis,com, JAKARTA – Tim penasihat hukum pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin - Mujiaman, Donal Fariz, menyebut tudingan kubu Eri Cahyadi - Armudji salah alamat.

Pasalnya, menurut Donal, kubu Machfud tak memiliki akses ke birokrasi dan anggaran untuk bisa curang dalam Pilkada Surabaya 2020.

"Tudingan tersebut salah alamat. Semua orang tahu siapa yang berkuasa di Surabaya, tentu saja yang berkuasa yang bisa mengatur anggaran dan birokrasi," kata Donal dikutip dari Tempo, Jumat (18/12/2020).

Ketua Tim Pemenangan Eri-Armudji, Adi Sutarwijono sebelumnya menyebut kubu Machfud-Mujiamanlah yang curang secara terstruktur, sistematis, dan masif. Tudingan itu dilontarkan Adi setelah Machfud Arifin-Mujiaman menyatakan akan mengajukan gugatan sengketa hasil Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi.

Mantan Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch itu mengatakan tim hukum Machfud-Mujiaman saat ini terus mempersiapkan bukti dan argumen hukum yang solid terkait rencana menggugat ke MK. Dia menyebut bukti-bukti itu berasal dari temuan tim Machfud-Mujiaman.

Namun, Donal berujar tak bisa membeberkan bukti-bukti itu secara rinci, termasuk periode waktu temuan dugaan kecurangan tersebut. "Semuanya akan dibuka di MK kelak, apa saja perbuatan dan kecurangan yang dilakukan (pihak Eri-Armudji)," kata Donal.

Dia merasa optimistis Mahkamah Konstitusi akan membuka luas ruang pembuktian. "Sehingga harapannya akan berdampak positif bagi pemohon," ujar Donal.

Sebelumnya, kubu Machfud Arifin-Mujiaman dan Eri Cahyadi - Armudji saling tuding ihwal siapa yang melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Machfud Arifin sebelumnya mengaku ingin menjadikan perjuangan di MK sebagai warisan (legacy) untuk menjadikan demokrasi lebih baik ke depannya.

"Karena ada persoalan kecurangan terstruktur, sistematis dan massif yang terjadi secara kasat mata dan tidak bisa saya biarkan begitu saja," kata Machfud saat konferensi pers di Surabaya, Kamis, 17 Desember 2020.

Adapun Adi Sutarwijono mengatakan justru pihaknya yang menemukan bukti-bukti kecurangan dari kubu Machfud Arifin. Ia pun menyebut rakyat mengetahui siapa yang membagi-bagikan sembako, sarung, hingga uang dari seluruh proses pilkada hingga hari pencoblosan. 

"Kami menemukan bukti-bukti kecurangan itu, yang terstruktur, masif, dan sistematis yang dilakukan di banyak tempat di Surabaya," kata Adi dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 Desember 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilkada surabaya Wali Kota Surabaya

Sumber : Tempo

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top