Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menko Muhadjir Minta Penyaluran Vaksin Covid-19 Tak Asal-asalan

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta fokus penyaluran vaksin Covid-19 untuk dua kelompok ini.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  17:51 WIB
Vaksin kemudian akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma.  - presidenri.go.id
Vaksin kemudian akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. - presidenri.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta penyaluran vaksin Covid-19 tidak asal-asalan.

Sedikitnya 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam. Setelah diuji mutu hingga keluarnya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksin tersebut akan disebarkan ke kelompok tertentu.

Muhadjir meminta agar penyaluran vaksin tidak asal-asalan. Dia meminta distribusi menyesuaikan dengan dua hal yaitu kelompok garda terdepan dan kalangan rentan, serta berdasarkan wilayah prioritas.

Dia meminta Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dan Reisa Broto Asmoro benar-benar memperhatikan dua kualifikasi tersebut. Menurutnya, vaksin disalurkan berdasar pada penumpukan partikel virus.

“Sehingga karena sebaran Covid-19 di Indonesia tidak merata, dan itu Prof Wiku lebih tahu persis di mana saja terjadi penumpukan partikel virus dan di mana yang tidak itu Presiden mohon mendapat perhatian,” katanya saat konferensi pers virtual, Senin (7/12/2020).

Dengan begitu, jelas Muhadjir, penggunaan vaksin nantinya betul-betul efisien. "Dan tidak asal hantam rata tapi betul-betul terseleksi, siapa yang paling ada di garda depan yang rentan sebagai orang yang terinfeksi maupun sebagai penyebar. kedua, di mana lokasi mana saja yang harus diprioritaskan,” terangnya.

Lebih lanjut, Muhadjir menuturkan bahwa tidak semua wilayah Indonesia terpapar virus Covid-19 dengan intensitas yang sama. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemetaan penyaluran vaksin dilakukan dengan ketat.

Sementara itu, sesuai rekomendasi komite penasehat ahli imunisasi nasional, pemerintah menetapkan dua kelompok prioritas yang akan diberikan vaksin, yaitu kalangan di garda terdepan serta kelompok berisiko tinggi.

Adapun kategori garda terdepan yang akan mendapatkan vaksinasi adalah petugas medis, petugas non medis, serta TNI Polri. Kelompok kedua adalah kelompok berisiko tinggi. Kategori kedua yaitu pekerja, pedagang pasar, pelayan toko, pekerja atau karyawan di sektor perusahaan maupun industri

“Itulah yang akan menjadikan, akan dilakukan vaksinasi prioritas,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona muhadjir effendy Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top