Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komentari Pencopotan Menkes Korsel, Fadli Zon: Kalau Di Sini Beda

Fadli Zon menyoroti perbedaan sikap Presiden Korea Selatan dengan pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  15:06 WIB
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) berjalan usai mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (9/8). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan singkat. - ANTARA/Muhammad Adimaja
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) berjalan usai mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (9/8). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan singkat. - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari terkait keputusan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang mencopot menteri kesehatannya karena kasus Covid-19 di Negeri Ginseng itu terus mengalami penambahan.

Fadli Zon menyoroti perbedaan sikap Presiden Korea Selatan dengan pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, langkah Presiden Korsel yang tegas mencopot Menteri Kesehatannya karena kasus Covid-19 di negaranya terus bertambah patut ditiru oleh Indonesia.

"Korea Selatan adalah contoh negara yg serius tangani Covid-19. Menteri Kesehatan dicopot krn kasus terus bertambah. Kalau di sini ya beda," cuit Fadli Zon melalui akun twitter pribadinya @fadlizon, Sabtu (5/12/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melakukan perombakan kabinetnya pada Jumat (4/12/2020), kemarin. Salah satunya adalah mencopot Park Neung-hoo sebagai menteri Kesehatan dan Kesejahteraan.

Merujuk laporan Kantor Berita Yonhap, Moon menunjuk Kwon Deok-cheol untuk menggantikan Park Neung-hoo. Kwon merupakan birokrat senior yang memiliki keahlian dalam bidang kesejahteraan sosial dan perawatan kesehatan.

Kwon, 59 tahun, merupakan lulusan Universitas Sungkyunkwan di Seoul. Dia memulai karirnya sebagai birokrat di kementerian pada 1987 dan terus menerus naik pangkat dengan diangkat ke berbagai posisi kunci di kementerian.

Keputusan ini menandai pertama kalinya dalam 19 tahun seorang pegawai senior dalam kementerian diangkat sebagai kepala badan pemerintah yang biasanya diambil oleh politikus dan sarjana.

Selain itu, Presiden Moon juga mereshuffle tiga menteri lainnya. Mereka adalah Menteri Pertahanan Kim Hyun-mee, Menteri Dalam Negeri Chin Young, dan Menteri Keseteraan Gender Lee Jung-ok.

Kwon memainkan peran penting selama wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) di Korea Selatan pada 2015. Dia diharapkan untuk memimpin berbagai kebijakan kesehatan di tengah pandemi virus Corona.

Korea Selatan melaporkan penambahan kasus positif Covid-19. tertinggi dalam sembilan bulan pada Jumat (4/12/2020). Setidaknya 629 lebih kasus Covid-19 dilaporkan, termasuk 600 infeksi lokal, sehingga total keseluruhan kasus positif di negara itu menjadi 36.332.

Sementara itu, jumlah yang tewas akibat Covid-19 di Korea Selatan bertambah tujuh orang sehingga total kematian menjadi 536 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Virus Corona Fadli Zon Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top