Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Kata-kata Prabowo Tentang Korupsi, Ikan Busuk dari Kepalanya

Padahal, twit itu ditulis Prabowo pada 2013 lalu, atau tepatnya pada 24 Juni 2013. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 November 2020  |  17:24 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). - Antara\r\n
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Media sosial twitter diramaikan dengan viralnya kata-kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal korupsi.

Padahal, twit itu ditulis Prabowo pada 2013 lalu, atau tepatnya pada 24 Juni 2013. 

Kala itu, dia menyebutkan jika kasus korupsi itu seperti ikan busuk yang berasal dari kepalanya.

"Berbicara tentang korupsi, saya selalu ingat sebuah pepatah Cina: "Ikan busuk dari kepalanya". tulis Prabowo.

Cuitan itu, kembali muncul dan dikomentari sejumlah warganet yang mengaitkannya dengan kasus penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo yang merupakan Waketum Gerindra.

Hingga sore ini, cuitan tersebut telah diretweet sebanyak 238 kali, dan disukai sebanyak 183 likes.

Berikut beberapa komentar netizen terkait cuitan itu:

Pak, katanya ada menteri di tangkap KPK ya pak?
 
jd klu kader @Gerindra korupsi krn mencontoh kepala/ketuanya dong?

ikan lobster Pak?

Kalau lobster busuk dari benihnya atau dari partainya, Pak?

Jadi gimana pak tentang Edhy Prabowo? Masih berpendapat sama tentang ini pak?

Kepala negaranya apa kepala parpolnya pak?

kalau gitu ini yg busuk udah setengah badan ikannya 

Saya turut prihatin Pak Prabowo


 
 
 
 
 
 
 
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prabowo subianto edhy prabowo
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top