Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditangkap KPK, Menteri KKP Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti Pernah Berseteru soal Ekspor Benih Lobster

Kebijakan Edhy menuai protes keras dari Menteri KKP terdahulu Susi Pudjiastuti.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 November 2020  |  08:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama sejumlah pejabat ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ihwal ekspor benih lobster.

Kebijakan Edhy menuai protes keras dari Menteri KKP terdahulu Susi Pudjiastuti.

Perseteruan Susi dan Edhy sudah berlangsung tidak lama setelah dia dilantik dan diketahui berencana mengeluarkan ekspor benih lobster.

Padahal, Susi telah menerbitkan kebijakan larangan ekspor benih lobster melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

Beberapa kali Susi secara terang-terangan menentang rencana itu termasuk melalui Twitternya. Dia sempat menyindir Edhy terkait rencana kontroversial tersebut.

“Negara lain yang punya bibit tidak mau jual bibitnya. Kecuali kita, karena bodoh,” cuit Susi.

Pada pertengahan tahun ini, Susi bahkan mengungkapkan daftar 26 nama perusahaan ekspor yang mendapat izin ekspor benih lobster.

“KKP/Dirjen Tangkap telah mengeluarkan izin tangkap 26 eksportir bibit lobster. Luarbiasa.” tulisnya 1 Juli lalu.

“Dan Eskpor kepada 26 Perusahaan diatas. Luarbiasa !!!!!!! Apa justifikasi yg memberi mereka Hak2 privilege tadi ??? Siapa mereka ??? Apa ???? Apa ???? Apa ???? DJPT bisa jelaskan ke Public dengan gamblang ????” cuitnya lagi.

Satu bulan berselang, Edhy mengomentari dugaan dirinya terhubung dengan perusahaan eksportir benih lobster.

Dia mengklaim tidak mengetahui orang dekatnya, termasuk perusahaan yang digaungi beberapa kader Partai Gerindra menerima izin ekspor benih lobster.

Dia berdalih izin ekspor dikeluarkan oleh tim bukan dirinya. Edhy mengaku tidak tahu menahu soal ekspor tersebut bahkan waktu pendaftaran para eksportir.

"Silakan saja kalau curiga, itu biasa. Silakan audit, cek, KKP sangat terbuka," katanya Juli lalu.

Edhy menambahkan, ada puluhan perusahaan yang dapat izin untuk ekspor benih lobster. Menurutnya, sah-sah saja jika orang dekatnya sekalipun mendapatkan izin tersebut.

"Atau karena saya menteri, semua teman-teman saya tidak boleh berusaha? Saya pikir yang penting bukan itu, tapi fair-nya. Kesamaan pada siapa saja seleksi itu. Saya tidak memperlakukan istimewa sahabat-sahabat saja," sebut Edhy.

Kini, Edhy dan sejumlah pejabat di KKP diamankan oleh komisi antirasuah ihwal ekspor benih lobster. KPK belum menyampaikan keterangan resmi lantaran Edhy cs masih dalam proses pemeriksaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kkp edhy prabowo
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top