Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Edhy Prabowo, Pertama Kali KPK Tangkap Menteri dari Kader Partai Gerindra

Jokowi menunjuk dua kader Partai Gerindra sebagai menteri dalam kabinet Indonesia maju.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 November 2020  |  08:21 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA - HO/KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA - HO/KKP

Bisnis.com, JAKARTA – Pertama kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menangkap menteri dari kader Partai Gerindra.

Adapun, menteri yang ditangkap tersebut adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia ditangkap KPK saat pulang dari Amerika Serikat (AS), Rabu (25/11/2020) dini hari.

Seperti diketahui, pada Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan dan keamanan.

Kemudian, Edhy Prabowo ditunjuk sebagai menteri kelautan dan perikanan.

Pada kabinet sebelumnya (kabinet kerja) atau pada masa pemerintahan Jokowi periode 2014-2019, tak satupun kader Gerindra menjadi menteri.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Edhy Prabowo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sepulangnya dari lawatan ke Amerika Serikat (AS).

"Ditangkap setelah dari San Fransisco, transit Narita, lalu ke Soekarno-Hatta naik pesawat Garuda," kata sumber, Rabu (25/11/2020).

Dia ditangkap saat bersama istri dan pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (25/11/2020) dinihari, pukul 01.23 WIB.

 Penangkapan ini disebut-sebut terkait dengan dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Dua pejabat KPK membenarkan penangkapan itu.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kkp gerindra
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top