Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kades Tersangka Korupsi Nyaris Rp1 Miliar Jalani Tes Covid-19

Sarpin adalah tersangka kasus tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran pendapat dan belanja desa (APBDesa) di Desa Bulungihit Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 November 2020  |  11:42 WIB
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono memberi keterangan terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu (19/2/2020). JIbi - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono memberi keterangan terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu (19/2/2020). JIbi - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 dari Kejaksaan telah menangkap buronan Kepala Desa Bulungihit Kecamatan Merbau Kabupaten Labuan Batu Utara Sumatra Utara, Sarpin terkait kasus tindak pidana korupsi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengemukakan bahwa Sarpin adalah tersangka kasus tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran pendapat dan belanja desa (APBDesa) di Desa Bulungihit Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara tahun anggaran 2016-2019 yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp960 juta.

Hari mengatakan bahwa tersangka Sarpin telah dibawa ke Medan untuk diperiksa kesehatan dan dilakukan rapid test Covid-19.

"Selanjutnya tersangka diserahkan kepada jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri Labuhan Batu guna dilakukan penahanan Rumah Tahanan Negara dan menjalani proses penyidikan perkara selanjutnya," katanya, Selasa (24/11/2020).

"Jadi Tim Tabur telah berhasil menangkap dan mengamankan tersangka di Desa Siberida RT. 09 Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu Riau tanpa perlawanan pada hari Senin 23 November 2020 sekira pukul 18.30 WIB," tuturnya.

Dia menjelaskan, bahwa Sarpin adalah tersangka kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Labuan Batu dan tidak pernah memenuhi panggilan penyidik secara patut sebanyak tiga kali.

"Kemudian, ketika dicek ulang ke alamat tempat tinggalnya, yang bersangkutan tidak lagi tinggal di rumah tersebut. Oleh karena itu, kemudian Sarpin dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi Kejaksaan Agung
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top