Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peserta Acara FPI Dapat Tes Swab Gratis, Kok Pendemo Omnibus Law Tidak?

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memberikan penjelasan terkait pemeriksaan Covid-19 gratis untuk perserta agenda FPI.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 November 2020  |  19:28 WIB
Massa berkerumun tanpa menjaga jarak fisik protokol kesehatan saat mengikuti aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan kompleks DPRD Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau agar masyarakat yang berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi di depan publik melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik guna mencegah penyebaran Covid-19 yang berpotensi terjadi pada kerumunan demonstrasi. ANTARA FOTO - Aji Styawan
Massa berkerumun tanpa menjaga jarak fisik protokol kesehatan saat mengikuti aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan kompleks DPRD Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau agar masyarakat yang berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi di depan publik melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik guna mencegah penyebaran Covid-19 yang berpotensi terjadi pada kerumunan demonstrasi. ANTARA FOTO - Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tidak memberlakukan tes swab gratis bagi para pengunjuk rasa yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja beberapa pekan lalu. Sementara itu, kerumunan massa dalam kegiatan yang melibatkan Rizieq Shihab mendapatkannya.

Terkait hal itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa perbedaan tersebut dikarenakan pada kegiatan unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Satgas Pusat dan Satgas Daerah telah berkoordinasi guna meminimalisir terjadinya penularan Covid-19.

“Satgas daerah secara aktif melakukan test screening baik kepada pendemo tamg diamankan serta petugas pengamanan,” katanya dalam konferensi pers, dikutip dari dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa upaya pencegahan penularan virus Corona tidak berhenti hanya pada upaya screening, tetapi bagi demonstran yang kedapatan reaktif dilanjutkan dengan testing diagnostic dan isoplasi atau perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara daerah setempat.

Kemudian, sambungnya, penelusuran atau tracing kontak dekat para demonstran yang positif dan pengecekan juga terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Daerah.

“Kami akan selalu menginfokan update follow up dari perkembangan potensial lonjakan kasus,” imbuhnya.

Adapun pada pertengahan Oktober lalu Wiku pernah membeberkan bahwa ada 21 dari 253 demonstran yang telah diamankan kepolisian berstatus reaktif di Sumatra Utara dan 34 dari 1.192 demonstran reaktif di DKI Jakarta.

Aksi demo buruh tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Semarang juga terindikasi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 setelah sebanyak 11 buruh terkonfirmasi positif merujuk hasil swab PCR.

Selain itu, pasca-unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja, sedikitnya 8 polisi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dinyatakan positif Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demonstrasi fpi Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top