Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Evaluasi KPU pada Tahapan Pilkada 2020: Masih Ada Iring-iringan!

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menilai secara umum penerapan protokol kesehatan di Pilkada 2020 sudah membaik. Tapi,..
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 November 2020  |  17:58 WIB
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum menilai penegakan protokol kesehatan bagi peserta Pilkada 2020 berangsur membaik. Kendati begitu masih ditemukan iring-iringan saat kampanye pasangan calon.

Ketua KPU Arief Budiman menerangkan bahwa di lapangan mulai terlihat kultur penerapan protokol kesehatan. Sesuai aturan pula, tidak lagi terdapat arak-arakan pasangan calon termasuk penyelenggara rapat umum di ruang terbuka.

Kondisi ini dinilai Arief menjadi sinyal bahwa sebagian besar peserta Pilkada mulai penerapkan protokol kesehatan. Namun pihaknya tetap masih mendapati adanya iring-iringan para pendukung pasangan calon.

“Cuma memang di beberapa tempat karena fanatisme karena luapan keinginan yang luar biasa, masih ada yang iringi calonnya dalam jumlah besar. Walaupun calonnya mungkin tidak mendesain itu, tapi masyarakat pemilih dalam jumlah banyak mengarah ke sana,” katanya melalui konferensi pers secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Di sisi lain selama penyelenggaraan debat kandidat, penyelenggara mulai menggunakan tema penanganan pandemi Covid-19 sebagai bahasan. Alhasil, para pasangan calon beradu gagasan untuk menangani virus tersebut bila dipercaya memimpin daerah.

“Jadi kampanye itu secara umum mereka bisa disimpulkan jadi bagian pencegahan Covid-19. Di beberapa tempat memang dilaporkan loh ini masih rame pak. Saya pikir ini tugas bersama kita ya,” ujarnya.

Menurut Arief, penanganan pandemi harus menjadi tugas bersama selama masa kampanye di 270 daerah, yaitu peserta Pilkada, penyelenggara hingga para pemilih.

Sementara itu, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah sanksi bagi peserta pelanggar protokol kesehatan Covid-19 secara bertahap. Pertama peringatan, kedua peringatan sekaligus penghentian kampanye. Ketiga sanksi berupa pidana.

“Maka itu akan diproses melalui Bawaslu Gakkumdu pidananya bisa diteruskan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpu Pilkada Serentak Pilkada 2020 Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top