Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pencopotan Kapolda, DPR: Kode Keras Penegakan Protokol Covid-19

Pencopotan ini merupakan sinyal, imbauan keras Kapolri kepada seluruh Kapolda beserta anggotanya untuk benar-benar serius menegakkan protokol Covid-19
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 November 2020  |  15:31 WIB
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah) - Antara
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar dinilai kalangan DPR sebagai sinyal keras agar jajaran Kepolisian RI serius menegakkan protokol Covid-19.

Demikian dikatakan Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry terkait pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dari jabatannya.

"Saya rasa pencopotan ini merupakan sinyal, imbauan keras Kapolri kepada seluruh Kapolda beserta anggotanya untuk benar-benar serius menegakkan protokol Covid-19," kata Herman melalui keterangannya, Selasa (17/11/2020).

Untuk itu, Politisi PDIP tersebut meminta kepada Polri untuk tidak pandang bulu dalam penegakan hukum dan meminta mutasi tersebut tidak didasarkan rasa tebang pilih.

"Kapolri juga harus memastikan bahwa mutasi ini benar-benar didasarkan pada reward and punishment yang proporsional. Jangan ada kesan tebang pilih," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya.

Keduanya dianggap tak menjalankan perintah menegakkan protokol kesehatan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (16/11).

"Bahwa ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan maka diberikan sanksi berupa pencopotan," kata Argo.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi menilai pencopotan dua Kapolda itu merupakan hal yang biasa.

"Saya lihat ini mutasi yang biasa, tidak ada yang istimewa,” katanya.

Menurutnya, mutasi pejabat di Polri merupakan persiapan menjelang masuknya masa pensiun Kapolri pada awal 2021.

"Makanya dapat dipastikan dalam waktu dekat akan ada dua sampai tiga jenderal bintang dua yang bakal naik jadi bintang tiga. Para perwira yang naik menjadi bintang tiga itu dipastian akan masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Idham Azis," ucapnya.

Selain itu, kata Aboe, nanti setidaknya 30 jenderal perwira Polri yang akan pensiun mulai dari bulan November, Desember, serta Januari 2020.

"Tentunya posisi yang ditempati juga perlu diganti dengan yang baru," ujar Sekjen PKS tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri kapolda jabar kapolda metro jaya
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top