Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Intan Jaya: Komnas HAM Laporkan Hasil Penyelidikan ke Presiden

Saat  bertemu Presiden Jokowi,  Komnas HAM mendiskusikan mengenai solusi dialog damai terkait kasus tersebut. Usulan Komnas HAM itu pun mendapat dukungan dari Presiden.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 November 2020  |  17:33 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hari ini Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyambangi Istana. Ahmad Taufan Damanik bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk melaporkan hasil penyelidikan atas kematian Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua.

Selain menyerahkan laporan hasil penyelidikan, Komnas HAM juga mendiskusikan solusi untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Menurut Ahmad Taufan, saat  bertemu Presiden Jokowi,  Komnas HAM mendiskusikan mengenai solusi dialog damai terkait kasus tersebut. Usulan Komnas HAM itu pun mendapat dukungan dari Presiden.

"Yang juga serius kami bicarakan soal kasus penembakan Pendeta Yeremia hasil temuan Komnas HAM kepada Bapak Presiden dan lebih jauh soal Papua," kata Ahmad Taufan Damanik di lingkungan Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Pendeta Yeremia tertembak pada 19 September 2020. Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, Pendeta Yeremia sempat menyebut bahwa penembaknya merupakan anggota TNI bernama Alpius yang diakui merupakan anggota yang sering dibantu dan dianggap sebagai anak.

"Komnas HAM akan melakukan suatu langkah-langkah sendiri untuk melakukan proses dialog damai. Kami juga berharap Presiden melakukan hal yang sama dan bersinergi menyelesaikan masalah Papua yang lebih komprehensif," kata Ahmad Taufan.

Menurut Ahmad Taufan, kasus-kasus kekerasan yang terus terjadi di Papua harus segera diputus.

"Dari situlah kemudian bisa dicarikan solusi damai masalah Papua," ungkap Ahmad Taufan.

Menurut Ahmad Taufan, Komnas HAM ingin ada penegakan hukum terhadap terduga pelaku.

"Sebagaimana disampaikan Pak [Choirul] Anam dalam konferensi pers dan kami sampaikan kepada Pak Menko Polhukam. Tadi kami sampaikan langsung laporan tim investigasi kami yang tidak jauh berbeda dengan hasil TGPF [Tim Gabungan Pencari Fakta]," kata Ahmad Taufan.

Namun, menurut Ahmad Taufan, pihaknya meminta agar ada penegakan hukum supaya ada rasa keadilan, terutama bagi keluarga dan masyarakat di Papua.

"Kami minta misalnya penegakan hukum sebagai jalan untuk melakukan proses damai dan Presiden menyambut soal Papua. Presiden mendukung langkah Komnas HAM secara politik maupun kelembagaan. Kami minta pemerintah melakukan langkah yang sama supaya sinergi Komnas HAM, pemerintah, dan tokoh di Papua," katanya menandaskan.

Pendeta Yeremia adalah mantan Ketua Klasis GKII Hitadipa Intan Jaya sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Theologia di Hitadipa dan penasihat GKII Wilayah 3 Papua di Hitadipa Intan Jaya. Pendeta rutin memberikan pelayanan.

Kasus ini menimbulkan perdebatan panjang lantaran pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) bersikeras Pendeta Yeremia tewas setelah ditembak oknum TNI.

Sementara itu, pihak TNI maupun Polri justru menuding Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias TPNPB-OPM sebagai pihak yang telah membunuh pendeta tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi papua komnas ham intan jaya

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top