Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Longgarkan Aturan, Satu Mobil Boleh Diisi 3 Orang

Sebelumnya pemerintah Malaysia hanya mengizinkan satu mobil pribadi hanya diisi dua orang saja demi membendung penularan Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 November 2020  |  12:53 WIB
Malaysia Longgarkan Aturan, Satu Mobil Boleh Diisi 3 Orang
Ilustrasi - Proses disinfektan di salah satu masjid di dekat Kuala Lumpur, Malaysia. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Malaysia mulai melonggarkan aturan terkait penanggulangan Covid-19.

Mulai Jumat (13/11/2020) Pemerintah Malaysia mengizinkan tiga orang menaiki satu mobil pribadi dari rumah yang sama.

Sebelumnya pemerintah Malaysia hanya mengizinkan satu mobil pribadi hanya diisi dua orang saja demi membendung penularan Covid-19.

"Setelah berunding sidang khusus hari ini membuat ketetapan untuk memperbolehkan tiga orang dari rumah yang sama dalam satu kendaraan mulai Jumat (13/11) ini," ujar Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob di Putrajaya, Jumat.

Ia mengatakan keputusan tersebut juga untuk memudahkan pihak kepolisian membuat penegakan aturan dan selaras dengan jumlah yang dibenarkan bagi kendaraan taksi dan e-hailing.

Sebelumnya sempat muncul reaksi dari masyarakat terkait keputusan hanya memperbolehkan dua orang dalam mobil pribadi.

Saat ini banyak polisi melakukan road block atau menghentikan kendaraan pada sejumlah ruas jalan yang ditentukan untuk mengurangi mobilitas warga.

Pada kesempatan yang sama, Ismail Sabri mengatakan hingga 12 November 2020 dunia telah mencatat  51.251.715 kasus positif Covid-19 secara global dengan 1.270.830 kasus kematian.

Malaysia telah mencatat 42.872 kasus positif Covid-19 atau 0,08 persen dibandingkan dengan jumlah kasus positif global, dengan 302 kasus kematian atau 0,02 persen dibandingkan dengan kematian global.

"Di Inggris yang jumlah penduduknya dua kali lipat dari Malaysia, sebanyak 1.290.195 kasus positif telah dicatat di negara ini dengan 50.928 kematian," kata Sabri.

Dia mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah kasus di negara ini dapat dikawal dan strategi kesehatan yang dilaksanakan pemerintah telah menampakkan keberhasilan.

"Namun kita tidak boleh lengah. Wabah ini masih berada dalam komunitas kita. Selagi tidak ada vaksin, kita perlu senantiasa waspada," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top