Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Budiman Sudjatmiko Berbagi Cerita Lucu saat Bebas dari Penjara. Ini Kisahnya

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko dan sejumlahnya pernah menolah dibebaskan dari penjara di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 November 2020  |  14:10 WIB
Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. - Antara
Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko menceritakan kisah lucu saat dirinya dibebaskan dari penjara pada era pemerintahan Gus Dur tepatnya pada 19 Desember 1999.

Dalam cuitan akun Twitter pribadinya @budimandjatmiko, Senin (9/11/2020), dia bercerita bahwa saat itu Yusril Ihza Mahendra, yang menjabat sebagai Menkumham era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, membawa surat pembebasan ke LP Cipinang.

Namun, Budiman dan sejumlah kawannya menolak untuk dibebaskan bila syarat yang diminta tak dipenuhi pemerintah.

“Saaf Prof Yusril mengantar surat pembebasan kami, tak tercantum nama Petrus (Sekjen PRD). Kami 'ngancam' kalau Petrus tak masuk daftar bebas, kami tak mau keluar dr LP.” ujar Budiman.

Akhirnya, sambung Budiman, Yusril langsung menelepon Presiden Gus Dur di depan para tahanan yang akan dibebaskan dengan speaker dibuka (loudspeaker).

“Jawaban Gus Dur apa? Ya mudah ditebak, Ya udah, tambahin aja nama Petrus Haryanto. Gitu aja kok repot.. Kami pun semua tertawa lega.” cuitnya kemudian.

Seperti diketahui, pada 1996, Budiman mendeklarasikan PRD (Partai Rakyat Demokratik) yang kemudian menjadi penyebab dirinya dipenjara oleh pemerintah Orde Baru.

Dia divonis 13 tahun penjara karena dianggap sebagai dalang insiden peristiwa 27 Juli 1996 yakni penyerbuan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yusril ihza mahendra gus dur budiman sudjatmiko
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top