Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebut Solo Butuh Sentuhan, Bajo: Jangan Sampai Jadi Jogja Semalam

Calon Wali Kota Surakarta dari jalur perseorangan Bagyo Wahyono berjanji untuk membarui pariwisata kota tersebut.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 November 2020  |  11:32 WIB
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Bagyo Wahyono dan FX Suparjo dalam debat publik yang diselenggarakan KPU Solo, Jumat (6/11/2020) - Youtube/Metrotvnews
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Bagyo Wahyono dan FX Suparjo dalam debat publik yang diselenggarakan KPU Solo, Jumat (6/11/2020) - Youtube/Metrotvnews

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Wali Kota Surakarta dari jalur perseorangan Bagyo Wahyono menjanjikan dirinya bakal mengarahkan pembangunan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Singkatnya, Bagyo meringkas, Kota Solo tidak boleh menjadi Jogja Semalam.

“Keraton [Kasunanan] Surakarta Hadiningrat butuh sentuhan yang harus diperbarui, direhab kembali itu salah satunya untuk menunjang pariwisata jangan sampai menjadi Jogja Semalam ini terjadi di Kota Solo,” kata Bagyo dalam debat publik I Pilwakol Surakarta pada Jumat (6/11/2020).

Bagyo tidak memerinci maksud Solo sebagai 'Jogja semalam' itu. Namun, dia menekankan perlunya perubahan mendasar dari sektor pariwisata di Surakarta.

Selain itu, Bagyo menuturkan, komitmen kebudayaan itu juga mesti diarahkan untuk membenahi seni tradisi seperti ketoprak, wayang orang dan juga keroncong. Dia beralasan seni tradisi itu mesti dijaga di tengah kemajuan zaman.

“Kita harus berbenah diri termasuk ketoprak, wayang orang, termasuk keroncong. Untuk Kota Solo bisa bersatu bersinergi. Monggo kita bangun kota kita sendiri agar kita menjaga budaya tentang hal itu saya harapkan warga Solo mulai sadar,” ujarnya.

Di sisi lain, Calon Wali Kota Surakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gibran Rakabuming Raka berencana untuk membuat wisata kebugaran alias wellness tourism jika terpilih dalam Pilkada 2020.

Rencana itu disampaikan Gibran saat dihadapkan pada persoalan masyarakat rentan seperti kaum difabel di Kota Surakarta dalam sesi debat publik I Pilwalkot Surakarta, Jumat (6/11/2020).

“Di tengah banyaknya mati sektor pariwisata ini sebenarnya ada satu sektor pariwisata yang bisa kita kembangkan namanya sektor pariwisata wellness tourism,” kata Gibran.

Dengan demikian, menurut Gibran, sektor pariwisata itu bakal mampu menampung tenaga kerja dari kaum difabel di Kota Surakarta.

“Yang jelas untuk pemijat kami akan berikan sertifikasi, ke depannya akan menjadi sektor pariwisata yang menjanjikan,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Solo Pilkada Serentak Gibran Rakabuming Raka Pilkada 2020
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top